Revitalisasi Sistem dan Produksi Benih Jeruk Keprok Garut di Jawa Barat

(Revitalization of the System and Seed Production of Citrus mandarin cv. Garut in West Java)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 87-99

Agus Muharam1, A. Ruswandi2, dan Trisna Subarna
1Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura
2Balai Penelitian Teknologi Pertanian Jawa Barat

Abstrak
Jeruk keprok Garut cv. mempunyai rasa yang khas sehingga mempunyai segmen pasar tersendiri dengan harga yang lebih tinggi dari kultivar jeruk keprok lainnya. Dalam periode 4 tahun terakhir terjadi kerugian dalam pengelolaan jeruk keprok Garut, yang disebabkan oleh serangan CVPD. Untuk mempercepat pengadaan benih jeruk keprok Garut label biru, disamping dilakukan indeksing di BF, berdasarkan kesepakatan tim pengembangan jeruk Jawa Barat perlu dilakukan dugaan negatif terhadap kemurnian jeruk keprok Garut dan kesehatan jeruk di Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) Cisurupan. Untuk menghasilkan benih jeruk Garut yang bebas penyakit diperlukan revitalisasi yang meliputi: (a). Pengadaan benih jeruk keprok Garut yang bebas penyakit melalui metoda Shoot Tip Grafting (STG), (b) Perbaikan pengelolaan Blok Fondasi. (c). Perbaikan dan pengelolaan BPMT Cisurupan, (d) Pembentukan asosiasi penangkar benih. Penelitian dilakukan melalui metoda expert meeting, dan action research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Pemurnian benih berasal dari pohon induk tunggal. Seleksi pohon induk tunggal telah dilakukan oleh Balai Sertifikasi Benih (BPSB), kemudian dari pohon induk tunggal tersebut dilakukan Shoot Tip Grafting (STG) di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung hingga menghasilkan mata tempel yang betul-betul bebas CVPD dan Tristeza. Pekerjaan ini memerlukan waktu 1,5 tahun, dan selanjutnya Kabupaten Garut akan mempunyai jeruk keprok Garut yang murni dan bebas CVPD dan Triteza; (2) indeksing terhadap tanaman di BF dan metoda dugaan negatif terhadap jeruk non-garut, dan terserang CVPD. sehingga mata tempel yang di pergunakan oleh BPMT untuk diperbanyak dan disalurkan ke penangkar terjamin bebas penyakit; (3). perbaikan pengadaan benih dari segi teknis maupun non teknis; (4). Pola tanam disesuaikan dengan periode kebutuhan mata
tempel baik di BPMT maupun di BF sehingga tersedia setiap saat.
Kata kunci : Benih, jeruk.

Abstract
Citrus mandarin cv. garut has a unique taste; therefore it has its own market with higher price than other cultivar. In the last 4 years, there have been losses in the field management of citrus mandarin cv. garut caused by CVPD. To accelerate the blue label seedling supply of mandarin cv. garut, besides the Foundation Block (FB) indexing, based on citrus development team’s agreement, it is necessary to carry out a negative estimation of mandarin cv. garut purity and the health of citrus plant in Cisurupan Bud Multiplication Block (BMB). To obtain healthy seedlings of mandarin cv. garut, it is necessary to do a revitalization covering; a. The procurement of healthy seedlings through shoot tip grafting (STG); b. FB improvement; c. Improvement and Management of Cisurupan BMB; d. The development of seed producers association. The research was held through expert meeting and action research. The result indicated: 1) seed purification of the Single Mother Plant (SMP) that was selected by BPSB, and then the healthy buds from the SMP were obtained through STG in ICSFRI. The process took 1,5 years and later Garut district in will have pure mandarin cv. garut trees that free from CVPD and Tristeza, 2) FB trees indexing and negative estimation method of mandarin non-garut cultivars which suffered CVPD, 3) Improvement of either techniques or non techniques in seed/seedling procurement, 4) The synchronization of growing period management in BMB or FB so the scion will be available at any time.
Keywords : Citrus, seed.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event