Resistensi Pasif Beberapa Spesies Jeruk Berdasarkan Ketebalan Epidermis Daun Dan Kerapatan Stomata

(Passive Resistency of Several Citrus Species Based on Leaf Epidermis Thickness and Stomata Density)

Hardiyanto1, A. Sugiyatno1, L. Puji Herawati2
1Loka Penelitian Tanaman Jeruk Dan Hortikultura Subtropik
2Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas Mipa, Unibraw

ABSTRAK
Tingkat toleransi tanaman terhadap infeksi patogen sangat berhubungan dengan mekanisme pertahanan tanaman yang terdiri dari dua katagori yaitu pertahanan secara struktural morfologi dan biokimia. Penelitian resistensi pasif pada beberapa spesies jeruk bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai ketebalan epidermis dan kerapatan stomata daun pada beberapa spesies jeruk. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikroteknik, Jurusan Biologi Fakultas MIPA, Unibraw Malang dan Lolitjeruk Tlekung pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 1999. Tiga spesies jeruk yang digunakan yaitu jeruk keprok cv. Siam, jeruk manis cv. Valencia, dan jeruk Pamelo cv. Nambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya spesies jeruk Pamelo cv. Nambangan yang memiliki bulu pada permukaan daun. Demikian pula dengan luas daun dan ketebalan daun, kultivar Nambangan baik daun muda maupun daun tua memiliki daun yang lebih luas dan lebih tebal, kemudian disusul dengan kultivar Valencia dan kultivar Siam. Terhadap ketebalan lapisan epidermis daun terlihat bahwa spesies jeruk Pamelo cv. Nambangan mempunyai lapisan epidermis yang paling tebal yaitu 2,789. 10-2 mm, kemudian diikuti oleh spesies jeruk manis cv. Valencia dan jeruk Siam, masing masing 1,702.10-2 mm, dan 0,979.10-2 mm. Sedangkan berdasarkan umur daun, daun tua tampaknya mempunyai lapisan epidermis lebih tebal (2,011.10-2 mm)dibandingkan dengan daun muda (1,636.10-2 mm). Kerapatan stomata menunjukkan tidak ada perbedaan diantara tiga spesies jeruk yang diuji. Kerapatan stomata daun berkisar antara 681 mm2 (jeruk Pamelo cv. Nambangan) sampai dengan 941 mm-2 (jeruk keprok cv. Siam). Sedangkan kerapatan stomata pada daun muda dan daun tua, masing-masing adalah 982 mm-2 dan 634 mm-2. Penelitian lanjutan sangat diperlukan terutama mengenai korelasi antara ciri morfologi dan anatomi beberapa spesies jeruk terhadap tingkat ketahanan beberapa patogen.
Kata kunci: Epidermis, kultivar, mikroteknik, spesies, stomata.

ABSTRACT
Levels of plant tolerance to pathogenic infection are correlated to the defense mechanisms of plants that is consisted of two categories: morphological structure & biochemistry defense. Research on passive resistence of several citrus species aimed to obtain the information of epidermis thickness & stomata density of for each citrus species. The research was conducted in micro technique Laboratory, Faculty of Biology, Brawijawa University & Citrus and Subtropical Research Station (CISTROPHRES), Batu from August to October 1999. Three citrus species used were Tangerine cv. Siam, orange cv. Valencia & Pummelo cv Nambangan. The result showed that Pummelo cv. Nambangan possessed hairy leaves, the biggest leaf area and the thickness leaves, then it was followed by Valencia and Siam. In terms of leaf epidermis thickness, leaves thickness of Pummelo cv. Nambangan was the highest (2,789.10-2 mm), then it was followed by Valencia (1,702.10-2 mm) and Siam (0,979.10-2 mm). Based on the leaf age, the old leaves was thicker (2,011.10-2 mm) than that of young leaves (1,636.10-2 mm). There was no different for stomata density. The range of stomata density was 681 mm2 (Pummelo cv. Nambangan) to 941 mm2 (Keprok cv. Siam), where as stomata density on old and young leaves were 982 mm2 and 634 mm2, respectively. Further research is still needed especially the correlation among morphological character and anatomy of several citrus species to levels of pathogens resistant.
Keywords : Epidermis, cultivar, micro technique, species, stomata.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event