Rencanakan Kembangkan Jeruk, Petugas dan Petani Boyolali Kunjungi Balitjestro

Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengadakan orientasi lapang yang diikuti oleh 60 petugas maupun petani di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Kamis/20/04/2017.

Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mempunyai beberapa wilayah yang memiliki kemiripan dengan Kota Batu Malang yang berada di dataran tinggi di lereng Gunung Merapi. Dengan kondisi tersebut akan dikembangkan jeruk yang sesuai dengan wilayah adaptasinya. Selain itu pengembangan jeruk ini sebagai alternatif selain tanaman tembakau yang dikembangkan petani seperti disampaikan Bambang Jiyanto, SP, MS Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali.

Dengan adanya kunjungan ini diharapkan petugas maupun petani dapat belajar sekilas tentang pengembangan jeruk yang meliputi teknologi budidayanya.

Kunjungan lapang ini diterima oleh Kepala Balitjestro Dr.Ir Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Kemudian  disampaikan tentang berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) dalam mendukung pengembangan jeruk dan buah subtropika di Indonesia oleh Ir. Agus Sugiyatno, MP koordinator jasa penelitian.

Peserta juga mengunjugi Kebun Percobaan (KP) Banaran untuk melihat inovasi teknologi yang diterapkan dalam budidaya jeruk.

Teknologi sangat diperlukan untuk pengembangan jeruk. Dengan teknologi yang tepat akan mendukung keberhasilan pengembangan jeruk. Balitbangtan telah memiliki inovasi teknologi jeruk yang dikenal dengan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS)

Penerapan teknologi penting untuk menjaga tanaman untuk tetap sehat dan berproduksi dengan baik. Selain itu akan mampu mengendalikan serangan hama dan penyakit yang menyerang jeruk sehingga umur produksi akan lebih lama.

Balitbangtan siap mendukung rencana pengembangan jeruk di Kabupaten Boyolali dengan memberikan inovasi teknologi  untuk diadopsi petani. (fjr)