Rebah Kecambah pada Perbenihan Jeruk

[cml_media_alt id='1517']Gambar.Gejala serangan Pythium sp.[/cml_media_alt]
Gambar.Gejala serangan Pythium sp.
Patogen : Phytophthora spp., Rhizoctonia solani Kuhn, Phytium sp., Fusarium sp.

Gejala

Gejala dapat bermacam-macam tergantung dari umur dan stadia perkembangan semai jeruk. Biji menjadi busuk sebelum berkecambah atau sebelum muncul dipermukaan tanah. Biji yang terinfeksi ini menyebabkan kualitas biji jeruk buruk (daya kecambah rendah).

Busuk pangkal batang (Phytophthora spp.) pada perkembangan semai biji terutama pada bagian yang dekat dengan tanah. Rhizoctonia solani menyebabkan pembusukan semai yang dekat dengan permukaan tanah, bagian busuk berwarna coklat. Serangan Pythium sp. selalu dimulai dari ujung akar (akar pokok dan atau akar lateral).  Serangan selalu dimulai dari bagian tanaman di dalam tanah. Serangan Pythium sp. menyebabkan tanaman menjadi layu dan kulit akar busuk basah, disamping itu, daun atau tunas-tunas dapat terjangkit dengan gejala busuk coklat.

Bioekologi

Penyakit ini hanya terjadi pada semaian batang-bawah dan penangkaran yang menggunakan tanah tercemar patogen atau yang tidak terkontrol kebersihannya.Patogen yang virulen bisa terbawa pada kulit biji atau pada media semai. Pada saat biji tumbuh, tunas dan akarnya adalah fase rentan bagi tanaman inang terhadap serangan patogen yang virulen dan saat yang tepat bagi patogen untuk melakukan penetrasi.

Rhizoctonia solani mempunyai sclerotium berwarna coklat, tidak berkulit dan bentuknya tidak beraturan, pipih, biasanya terletak pada permukaan tumbuhan inang dan dihubungkan oleh benang-benang miselium berwarna coklat. Biji yang baru tumbuh memiliki jaringan muda yang rentan terjadi penyakit rebah kecambah akibat serangan Rhizoctonia solani yang dikenal polifag dan sering terdapat dalam tanah.

Pythium mempunyai sporangium (konidium) bulat. Sporangium dapat berkecambah langsung membentuk hifa sehingga disebut konidium.  Selain itu sporangium dapat berkecambah secara tidak langsung yaitu dengan membentuk zoospora yang mempunyai flagel.  Pythium bersifat polifag terutama menyerang inang yang masih muda (semai) sehingga menyebabkan penyakit rebah kecambah.

Fusarium  sp. dapat bertahan lama dalam tanah dalam bentuk klamidospora (soil inhabitant).  Penetrasi dapat terjadi pada ujung akar, berkembang tidak lama dalam jaringan parenkim kemudian menetap dan menginfeksi buah sehingga terdapat kemungkinan bahwa jamur terbawa oleh biji.

Pengendalian

  1. Sterilisasi biji dengan air panas 52°C selama 10 menit dan atau perendaman pada Benomyl 2,5% selama 10 menit.
  2. Sterilisasi media pasir murni dengan pemanasan 90°C selama 60 menit atau Fumigasi dengan Methyl bromide, Metan sodium.
  3. Penyiraman semai menggunakan air yang tidak tercemar.

 

Oleh: Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan