Rasakan Keuntungannya, Pak Buang Tanam Lagi Jeruk Keprok di Donowarih Karangploso

PetaniJeruk

Jeruk di Karangploso terus berkembang. Salah satu sentra jeruk Keprok Batu 55 di Kabupaten Malang Jawa Timur selain di Kecamatan Dau adalah di Kecamatan Karangploso. Pak Buang adalah salah satu petani yang merasakan keuntungan menanam jeruk. Sehingga kebun jeruk menjadi andalan sebagai mata pencaharian keluarganya. Kebun jeruk pak Buang ada 4 lokasi, ada yang berumur belasan tahun, baru tanam dan 7 tahun.

Lahan yang pada tahun 2014 ini digunakan Tim Peneliti Perbaikan Mutu Buah Jeruk sebagai kontrol penelitian di petani tampak terawat dengan baik. Usia tanaman jeruk yaitu 7 tahun dan selama 1 tahun di 2014 ini (tengah tahun dan akhir tahun) dengan 200 tanaman pak Buang mampu panen 7 ton jeruk. Berari 1 pohon jeruk menghasilkan 35 kg. Sebuah awal yang baik karena 2 tahun sebelumnya jeruk pak Buang tidak panen. Pak Buang membeli kebun jeruk yang hampir mati dari saudaranya dan mampu merawatnya sehingga tanaman jeruk mulai pulih dan berproduksi kembali.

Pada Selasa, 23 Desember 2014, tim Penelitian Mutu Buah Jeruk yang terdiri dari Oka Ardiana Banaty, Buyung Al Fanshuri, Hasim Ashari dan Zainuri Hanif bersilaturrahim ke tempat pak Buang sekaligus meninjau pengaruh pemupukan dan perlakuan yang dilakukan. Perlakuan yang dilakukan pada awal tahun tentunya tidak bisa langsung diamati hasilnya pada panen di tengah tahun. Efek pemupukan akan berpengaruh juga ada satu siklus penuh masa panen. Sistem penelitian yang berlangsung Januari – Desember menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti. Tanaman tahunan, khususnya jeruk memulai siklus pembungaan pada September-Oktober sampai selesai panen Agustus-September di tahun berikutnya.

TanamJeruk
Gambar. Tanaman jeruk usia tanam 1 tahun milik pak Buang
JerukKarangploso
Gambar. Hamparan kebun jeruk di Donowarih Karangploso

Prospek berkebun jeruk yang cerah membuat pak Buang menanam lagi 860 tanaman jeruk di lahan 1,5 hektar di tanah desa yang disewanya. Tanah tersebut disewa pak Buang per hektar Rp 12 juta/tahun. Kerugian menanam cabe pada tengah tahun lalu senilai Rp 130 juta masih tertutupi dengan penjualan panen jeruk. Jeruk yang ditanam saat ini sudah berusia 1 tahun. Lahan di daerah Donowarih ini mengandalkan hujan sehingga perlu perawatan ekstra di musim kemarau. Tampak di lapang beberapa tanaman jeruk ada 2 tanaman, ternyata jeruk yang diperkirakan mati, pada musim hujan ini segar kembali.

Selama menunggu tanaman jeruk berbuah, pak Buang menanam berbagai tanaman sela. Jika sebelumnya cabe, saat ini ditanam dengan kentang. Tujuannya selain mendapatkan hasil panen sayuran tersebut, tanaman jeruk juga terawat dengan baik.Hal ini akan beliau lakukan sampai tanaman jeruk mulai menghasilkan buah.

Melihat banyaknya keuntungan yang diperoleh dari menanam jeruk tentunya petani yang memahami dan sadar akan potensi itu akan merawatnya dengan baik. Masih banyak petani yang menanam jeruk seadanya. Pak Buang yang sudah menanam jeruk dan tahu bagaimana pemasarannya. Buah jeruk dihargai bukan dengan sistem tebasan namun dengan menghitung beratnya. Selain lebih adil dan harganya tinggi, pak Buang akan tahu hasil panennya dan berapa pupuk yang diberikan setelah masa panen berlalu. (hanif/balitjestro)

Gambar. Kebun jeruk tempat penelitian "Perbaikan Mutu Buah Jeruk" pada Desember ini sudah banyak dijumpai bakal buah.
Gambar. Kebun jeruk tempat penelitian “Perbaikan Mutu Buah Jeruk” pada Desember ini sudah banyak dijumpai bakal buah.

Tinggalkan Balasan