Rapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2015

Fullscreen capture 22122015 224450.bmpRapat Kerja Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2015 dilaksanakan pada tanggal 8-10 Januari 2015,  dengan tema “Program dan Tata Kelola Balitbangtan TA. 2015 Mendukung Swasembada Pangan, dibuka oleh Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono. Rapat kerja menghadirkan pembicara tamu baik internal maupun eksternal Kementerian Pertanian serta para pembicara internal Badan Litbang Pertanian. Adapun peserta Raker berjumlah 270 orang terdiri  dari  pejabat Eselon-2, Eselon-3, Eselon-4, Koordinator Program,  perwakilan Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR) lingkup Badan Litbang Pertanian dan para Kepala Pusat Penelitian eks LRPN.

Raker Badan Litbang Pertanian 2015 ini merupakan raker yang strategis karena merupakan tahun awal implementasi kebijakan pemerintahan baru yang sangat menentukan arah litbang pertanian  5 tahun ke depan (Renstra 2015-2019).  Mampu berkontributif dalam mewujudkan pertanian bioindustri berkelanjutan mendukung swasembada pangan, khususnya swasembada padi, jagung, dan kedelai 2017, serta pengembangan komoditas pertanian strategis lainnya.

Instruksi Ka Badan litbang: Segenap komponen Balitbangtan perlu melaksanakan konsolidasi, koordinasi, dan pemahaman yang solid terhadap dinamika lingstra, terutama dalam mempersiapkan program  2015-2019 sesuai dengan “new vission” ke depan dalam era kurva ke – 2 (2nd curve)  Balitbangtan.  Konsolidasi dan pemahaman terhadap lingstra menjadi fokus reorientasi Balitbangtan ke depan untuk “entering to new era”.

Berkenaan dengan kebijakan baru pemerintahan baru yang diwarnai dengan gaya sederhana namun kecepatan tinggi, maka Balitbangtan sebagai “bagian” dari birokrasi nasional dituntut melakukan sinergi, harmoni, dan simplikasi dalam mereorientasi kebijakan program ke depan.  Reorientasi kebijakan litbang pertanian juga harus mencermati dinamika global, regional, dan national agricultural research outlook. Sehubungan dengan itu, Balitbangtan akan “kerja” mengimplementasikan program dan kegiatan litbang yang “back to basic” secara sistematis, efektif, dan  dilandasi spirit manajemen korporasi Balitbangtan, dan tagline SCIENCE, INNOVATIONS, NETWORKS. 

  Kegiatan Litbang Mendukung Swasembada Pangan

  1. Dukungan Puslitbang Tanaman Pangan untuk pencapaian swasembada pangan dilaksanakan dengan menyiapkan teknologi dan inovasi berupa varietas unggul baru padi, jagung, kedelai, serta khusus untuk mendukung logistik dan distribusi benih unggul, akan dikembangkan model-model wilayah mandiri benih, Agro Science Park (ASP), Agro Techno Park (ATP) yang komplementer dengan kegiatan Ditjen Tanaman Pangan. Lembaga Litbangtan yang berperan adalah Puslit Pangan, BB Padi, BB mektan, BB Biogen, BB Pascapanen.
  2. Litbang hortikultura akan mendukung swasembada pangan khususnya bawang merah, cabai, dan kentang melalui strategi inovasi ekstensifikasi off season, di samping masih perlunya inovasi untuk intensifikasi in season. Di area hulu, revitalisasi sistem perbenihan bawang merah juga perlu dilakukan. Sementara itu, lonjakan harga cabai pada Bulan Nopember –Januari karena kelangkaan dan karakteristik produk yang tidak tergantikan, hanya dapat diatasi dengan kebijakan pengembangan budidaya lahan kering pada musim kemarau, pengembangan teknologi budidaya dan pascapanen.

Tata Kelola Balitbangtan 2015 

Keberhasilan Kementerian pertanian  memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk  laporan keuangan tahun 2013, salah satunya didukung oleh kelengkapan informasi tentang pengelolaan Asset Tak Berwujud (ATB) di lingkup Balitbangtan. Pengukuran ATB telah diinisiasi melalui nilai perolehan sertifikat HKI yang saat ini jumlahnya 502 sertifikat. Ke depan Balitbangtan perlu terus menyempurnaan teknis penghitungan nilai ATB dari hasil penelitian Saat ini  telah terbit  Peraturan Menteri Pertanian nomor 113/Permentan/PL.140/9/2014 tentang Penatausahaan Aset Tak Berwujud Lingkup Kementerian Pertanian. Permentan dapat diacu dan masih terbuka untuk penyempurnaan  lebih lanjut.

Penyempurnaan dan implementasi Tata  kelola Balitbangtan 2015-2019 terutama difokuskan untuk manjemen perencanaan program, anggaran, SDM, Sarana-prasarana, selain manajemen mindset, timing, dan manajemen konflik.  Tata kelola program dan anggaran Balitbangtan dalam menyiapkan program dan kegiatan litkajibangrap 2016 perlu secara lebih ketat mengacu pada Permentan 44/2011 tentang Perencanaan Litbang, terutama mencermati kembali Siklus Perencanaan (sesuai jadwal perencanaan) dalam implementasi mekanisme perencanaan program 2016.(Hasim A/Balitjestro)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event