Ragam Jeruk Manis di Indonesia

Diantara ragam jeruk di Indonesia jeruk Manis merupakan salah satu varietas yang disukai masyarakat. Jeruk manis biasa disebut sebagai jeruk iris, karena kulit buah kebanyakan susah dikupas. Pemanfaatan jeruk manis ini biasanya dengan cara diiris atau diperas. Segmen menyatu satu sama lain hingga sulit untuk dipisah-pisahkan.Masyarakat biasanya mengkonsumsi jeruk manis sebagai jus atau perasan.

Ada beberapa ragam jeruk manis yang berkembang diantaranya Manis Kisar, Manis Pacitan, Manis Taji, dan yang terbaru Ortaji.

Jeruk Manis Kisar telah ditetapkan sebagai salah satu varietas unggul jeruk nasional dengan  SK Menteri Pertanian No.864/Kpts/TP.240/11/1998, tanggal 04 November  1998. Jeruk ini memiliki keunggulan akan rasanya yang manis segar, ukuran buah sedang, warna kulit oranye ,daya simpan lama, aroma lembut dan tahan terhadap kekeringan, serta kandungan air yang banyak.

Jeruk eksotis ini menjadi salah satu kebanggaan dari masyarakat sehingga belum lengkap apabila berkunjung ke Kisar tidak merasakan manisnya jeruk ini dan sebagai buah tangan. Jeruk ini telah ditanam secara turun temurun oleh masyarakat sehingga menjadi produk andalan bagi masyarakat Kisar. Meski dilahan yang kering dan gersang jeruk ini mampu tumbuh dan berkembang disini.

Di Jawa Timur terdapat jeruk manis yang sangat populer yaitu Manis Pacitan. Sentra pengembangannya di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Rasanya yang manis menjadikan buah ini dikenal dengan “Jeruk Baby” karena cocok untuk dikonsumsi untuk bayi. Jeruk ini cocok ditanam di dataran rendah maupun tinggi sehingga sangat potensial untuk dikembangkan.

Tahun 2019 ini Kementerian Pertanian merilis varietas jeruk manis dengan nama Ortaji dengan SK Menteri Pertanian No. 131/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2019. Buah ini memiliki ciri ukuran buahnya yang cukup besar berkisar antara 321 – 508 gr/buah. Warna kulit buah kuning – oranye dengan rasa manis sedikit asam. Ciri utama lainnya adalah sedikit berbiji. Ortaji sendiri mempunyai sifat berbunga sepanjang tahun.

Jeruk manis sendiri cocok ditanam di dataran rendah maupun tinggi sehingga sangat potensial untuk dikembangkan.

Untuk menjaga kelestarian Sumber Daya Genetik telah dikoleksi dan dipelihara 39 varietas jeruk manis di IP2TP Punten, Balitjestro Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.