Quick Assesment Potensi Wilayah Perbatasan

Nunukan Jeruk Balitjestro PetaSalah satu wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia adalah Pulau Sebatik – Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Merupakan provinsi baru yang berdiri pada tahun 2016. Nunukan merupakan kabupaten terluar dari pulau Kalimantan yang berdekatan atau wilayah perbatasan dengan negara tetangga yaitu Malaysia.

Seperti kita ketahui bersama bahwa wilayah perbatasan merupakan wilayah rawan yang harus diperhatikan dari segala aspek kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Upaya untuk mengatasi permasalahan yang timbul adalah memberdayakan masyarakat yang tinggal diwilayah perbatasan dengan mengoptimalkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Salah satu potensi SDA yang belum optimal adalah di bidang pertanian khususnya hortikultura.

Berdasarkan diskusi dengan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (Ir. Jabbar, MSi) Kabupaten Nunukan merupakan salah satu kabupaten yang sangat potensial di bidang perkebunan (kelapa sawit), peternakan (sapi), dan hortikultura (pisang dan jeruk).

Kedua komoditas hortikultura tersebut sangat potensial untuk dikembangkan lebih intensif lagi dalam rangka untuk menyokong penumbuhan ekonomi wilayah. Kondisi eksisting yang terjadi adalah Kabupaten Nunukan setiap hari melakukan ekspor pisang ke Malaysia melalui Tawau sekitar 60 perahu dengan kapasitas 2 ton/perahu. Selanjutnya sudah mulai tumbuh kantong-kantong populasi tanaman jeruk di kabupaten Nunukan dan Kecamatan/Pulau Sebatik. Paling tidak sampai dengan saat ini sudah ada hamparan tanaman jeruk keprok borneo prima di Kabupaten Nunukan sekitar 80 ha dan di Kecamatan Sebatik sekitar 40 ha tanaman jeruk keprok borneo dan keprok tejakula.

Berdasarkan potensi yang ada di Kabupaten Nunukan tanaman jeruk dapat dikembangkan lagi dengan luasan sampai ribuan hektar, sedangkan yang di pulau Sebatik potensinya dapat mencapai sekitar 500 ha. Berdasarkan observasi secara sepintas potensi kabupaten Nunukan masih dapat ditingkatkan yang lebih dahsyat lagi dengan menggunakan beberapa pendekatan inovasi. Paling tidak ada tiga pendekatan inovasi yaitu inovasi teknis dengan teknologi, inovasi kelembagaan dengan penguatan kelembagaan kelompok serta pendukungnya, dan inovasi pasar dengan membangun networking jejaring pasar.

Pendekatan inovasi yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteran masyarakat, serta penumbuhan ekonomi wilayah baru. (harwanto)

 

Agenda

no event