Purbalingga Serius Garap Agrowisata Stroberi dan Jeruk

HamparanStoberiPurbalingga
Gambar Hamparan Stroberi varietas Osogrande di Purbalingga (Jawa Tengah)

Arry Supriyanto pada Senin (14/10/2014) kemarin mengumpulkan tim untuk merespon permintaan Bappeda Pemkab Purbalingga (Jawa Tengah) yang ingin mengembangkan stroberi dan jeruk. Sebagaimana kita ketahui bahwa Purbalingga dikenal dengan sentra stroberi dengan varietas yang berkembang Osogrande. Namun, perkembangannya tidak menggembirakan. Produksi terus menurun dari tahun ke tahun dan berbagai serangan hama penyakit membuat tanaman stroberi banyak yang mati.

Dalam kunjungannya akhir pekan kemarin ke Purbalingga, Arry Supriyanto bertemu dengan jajaran Bappeda Purbalingga dan berdiskusi mengenai program pengembangan kawasan hortikultura ke depan. Kunjungan ke lapang dilakukan untuk mencari informasi tambahan untuk penyusunan kerjasama yang akan dilakukan antara Badan Litbang Pertanian dan Pemkab Purbalingga. Dalam waktu 2 pekan ke depan, konsep rancangan harus dipresentasikan ke hadapan Bupati untuk mendapatkan respon lebih lanjut.

Tim pengembangan stroberi Balitjestro telah mengembangkan stroberi di Bedugul, Bali dan dalam waktu 1 tahun ini masih terus dievaluasi. Perkembangan yang ada berjalan menggembirakan. Benih V0 stroberi varietas Rosa Linda hasil dari kultur jaringan yang pada awalnya hanya berjumlah 1000 tanaman telah berkembang berlipat-lipat menjadi V2 dan seterusnya dan siap mensuplai kebutuhan benih petani di lapang.

Dalam rancangan awal, stroberi yang akan dikembangkan di Purbalingga tetap varietas Osogrande. Namun, varietas lain perlu diuji, jika cocok dikembangkan dan petani menerima dengan baik, dapat menjadi alternatif untuk dikembangkan. Selama ini petani fanatik dengan 1 varietas yang dianggap paling adaptif di tempat tersebut. Padahal, ada varietas lain yang lebih produktif dan rasa stroberinya lebih manis. Balitjestro sampai 2014 ini mempunyai koleksi 24 aksesi stroberi dan sekitar 5-8 varietas layak untuk dikembangkan lebih luas lagi. Varietas lain sedang disilangkan oleh peneliti pemulia dan terus dievaluasi.

Untuk pengembangan jeruk, varietas yang menjadi rekomendasi tentunya varietas komersial yang unggul dan telah teruji di banyak tempat seperti Keprok batu 55, Keprok SoE, Keprok Garabag, Keprok Gayo, dll. Piihan nantinya menjadi kewenangan Pemkab setempat. Dan semoga Purbalingga dapat menjadi sentra stroberi dan jeruk andalan yang mampu menghidupkan potensi wisata dan agribisnisnya sehingga petani pun turut merasakan dampak positif secara ekonomi. [Zainuri | Balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event