Purbalingga (Masih) Membidik Peluang Ekspor Stroberi

PanenStroberiMerah

Pada 2011 yang lalu, Kompas memuat berita pengusaha agrobisnis asal Prefektur Iwate, Jepang yang menjajaki peluang impor buah stroberi dari Desa Serang, Kecamatan Karangreja Purbalingga, Jawa Tengah. Produksi stroberi dari dataran tinggi di kaki Gunung Slamet tersebut diharapkan dapat memenuhi kekurangan kebutuhan di Jepang yang mencapai 4.000 ton per bulan.

Saat ini menurut data BPS impor stroberi segar rata-rata per tahun (dalam 5 tahun terakhir yaitu 2009-2013) mencapai 950.140 kg dan nilai rata-rata ekspor stroberi segar pertahun mencapai 19.445 kg atau sebanyak 19 ton. Dengan 19 ton per tahun atau 1,6 ton per bulan tentunya masih jauh dari harapan. Kebutuhan di Jepang yang setiap bulan mencapai 4000 ton per bulan baru bisa disuplai 0,04% , itu pun buah stroberi dari seluruh Indonesia.

Daerah pengembangan stroberi sudah meluas ke berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi. Daerah lain seperti NTT, Pemdanya mulai melirik untuk mengembangkan dengan mendatangkan peneliti pemulia dari Balitjestro untuk mendapatkan benih dari kultur jaringan.

Melihat potensi di daerahnya yang cukup besar, Pemda Purbalingga melalui Bappeda ingin membangkitkan kembali antusiasme petani untuk menanam stroberi. Stroberi yang pada tahun 2011 yang lalu di Desa Serang mencapai 50 hektar di tahun 2014 ini terus menurun. Permasalahan utama ada pada peremajaan benih. Produksi yang hanya mencapai 4-5 kg per hektar kalah jauh dengan daerah lain seperti di Ciwidey maupun Malangbong Garut.

Teknik budidaya yang berbeda juga berpengaruh. Jika di Ciwidey dan Garut budidaya dilakukan di polybag, justru di Purbalingga dilakukan di bedengan. Secara biaya jelas lebih murah namun buahnya pun banyak yang busuk. Karena tidak menggunakan irigasi tetes, hambatan selama ini adalah air jika musim kemarau tiba. Jika musim hujan pun banyak buah yang busuk karena buah yang tidak menggantung justru basah dan kadang tergenang di bedengan yang terlipat dan tidak sengaja menampung air.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event