Pengaruh Minyak Sereh dan Cengkeh terhadap Jamur Penicillium sp. dan Alternaria sp. Penyebab Penyakit Busuk Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis Osbect)

Prosiding Seminar Ilmiah Perhorti (2013), halaman 159-166

M.E. Dwiastuti
Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika
Jl.Raya Tlekung no 1 Junrejo,
Batu, Jawa Timur. Email: mutiaed@gmail.com

Abstrak
Penyakit pasca panen buah jeruk yang sering mengakibatkan kerugian adalah jamur (Penicilium sp.dan Alternaria sp). Penyakit menyebabkan buah busuk hijau, biru atau hitam pada permukaan kulit buahnya. Semakin lama buah akan busuk basah dan tidak bisa dikonsumsi. Penggunaan bahan kimia untuk mencegah terjadinya kontaminasi buah sangat tidak disarankan karena membahayakan konsumen. Salah satu alternatif pengendalian dengan menggunakan bahan nabati tidak berbahaya, yaitu minyak atsiri. Fungsi minyak atsiri yang mengandung enzim pendegradasi dan enzim fenolitik dapat menolak kehadiran organisme pengganggu tanaman. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Tlekung dengan menggunakan varietas jeruk manis yang cukup rentan terhadap penyakit busuk buah. Isolat Penicilium sp.dan Alternaria sp) berasal dari buah terinfeksi dari kebun jeruk visitor plot, kemudian diisolasi. Beberapa isolat hasil isolasi digunakan untuk perlakuan. Perlakuan pengendalian yang dicoba adalah minyak sereh 2 ml/l, 4 ml/l, 6 ml/l, minyak cengkeh 2 ml/l, 4 ml/l, 6 ml/l, dan kontrol, dengan cara perendaman selama 3 menit, kemudian diinokulasi patogen dari biakan murni menggunakan cork borer. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan tiap ulangan terdiri dari 4 buah jeruk. Pengamatan dilakukan tiap hari selama 7 hari terhadap diameter bercak pada buah jeruk. Hasil observasi menunjukkan bahwa ditemukan 4 isolat jamur Penicillium sp dan 3 isolat Alternaria sp. Jamur Penicilium sp. cenderung dapat terus berkembang selama pengamatan,. Alternaria sp dapat dihambat baik. Perlakuan minyak sereh 4 ml/l paling baik mengendalikan Alternaria sp3 dan perlakuan minyak sereh 6ml/l paling baik menghambat laju infeksi Alternaria sp1 sampai 5 hari setelah inokulasi. Secara keseluruhan minyak sereh lebih mampu menghambat pertumbuhan jamur Penicillium spp dibanding minyak cengkeh.

Kata kunci :Alternaria sp., jeruk manis, minyak cengkeh, minyak sereh, Penicilium sp.
Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini