Konservasi Dan Pengelolaan Plasma Nutfah Stroberi (Fragaria x ananassa) Secara Ex Situ Dan In Vitro

PROSIDING SEMNAS BIODIVERSITAS Vol. 4 No. 1, Hal : 72-77, 2015

Zainuri Hanif, Emi Budiyati Dan Ahmad Syahrian Siregar
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Jl. Raya Tlekung No 1. Junrejo, Batu, Jawa Timur 65301
Email: zainurihanif@gmail.com

Abstrak 

Eksplorasi, seleksi dan konservasi program plasma nutfah stroberi berlangsung pada tahun 2010 – 2014 dengan menghasilkan 23 aksesi di akhir tahun renstra. Sebelumnya stroberi belum menjadi komoditas mandat Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Ke-24 aksesi tersebut pada awalnya dikelola secara konvensional di lapang. Namun, pelestarian plasma nutfah stroberi di lapang mengalami banyak hambatan. Serangan hama dan penyakit dari koleksi tanaman stroberi yang didatangkan dari daerah sentra membuat beberapa koleksi tanaman stroberi mati. Hama yang ditemui pada koleksi plasma nutfah stroberi adalah ulat grayak spodoptera litura, slug (bekicot tanpa cangkang), white weevil, siput/bekicot, aphid, penggerek buah, dan uret. Sedangkan penyakit pada plasma nutfah stroberi adalah busuk buah matang (ripe fruit rot), daun gosong (leaf scorch), bercak daun (leaf spot), virus, empulur merah, hawar daun, leaf blight, antraknosa dan gray mold. Karena banyaknya hambatan itu, pelestarian perlu diimbangi secara in vitro di dalam laboratorium dalam botol-botol kultur. Pelestarian secara in vitro adalah untuk mempertahankan karakter yang sama dengan induknya. Sampai saat ini telah dikoleksi 18 dari 23aksesi ke dalam botol kultur. Perbanyakan benih stroberi secara vegetatif yaitu dengan stolon maupun dengan pemisahan anakan masih berpotensi menularkan penyakit yang diakibatkan oleh virus ke generasi berikutnya sehingga dapat menurunkan produksi. Perbanyakan secara kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan benih bebas virus tersebut dengan cara kultur meristem. Kultur meristem merupakan teknik yang untuk membebaskan benih stroberi dari virus, mikoplasma, bakteri, dan jamur. Meristem pucuk yang berukuran 0,1-0,3 mm ini pada umumnya tidak mengandung virus. Pemeliharaan plasma nutfah stroberi yang menjadi renstra 5 tahun di Balitjestro bertujuan untuk memperoleh data base plasma nutfah stroberi yang mudah diakses oleh pemulia, untuk memperoleh calon varietas harapan melalui seleksi dan pra evaluasi, untuk memperoleh pedoman pengelolaan kebun koleksi plasma nutfah stroberi dan untuk melestarikan plasma nutfah secara berkelanjutan.

Kata kunci : hama dan penyakit, in vitro kultur meristem, plasma nutfah, stroberi

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini