Identifikasi Batang Bawah Jeruk JC (Japanche Citroen) Zigotik dan Nucellar Berdasarkan Morfologi dan Analisis Isozim

(Identification of JC Citrus Rootstock of Zygotic and Nucellar Based on It’s Morphology and Isozynae Analysis)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 181-196

Hardiyanto1, Mila2, dan S. Lestari3
1Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura
2Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya
3Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Abstrak
Penggunaan batang bawah jeruk JC (Japanche citroen) yang “True to Type” sangat penting artinya dalam mensukseskan keberhasilan pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia. Oleh karena itu identifikasi bibit jeruk JC sangat diperlukan. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi mengenai ciri-ciri morfologi dan pola pita serta penyebarannya pada bibit jeruk JC hasil perkembangan embrio zigotik dan nucellar. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Punten, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika dan Laboratorium Biologi Molekuler, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya Malang. Bibit jeruk JC umur 2 dan 4 bulan setelah transplanting digunakan pada penelitian ini. Sedangkan pada analisa isozim menggunakan enzim esterase (EST) dan aspartate aminoptransferase (AAT). Bibit jeruk JC nucellar memiliki ciri morfologi yang berbeda dengan bibit hasil perkembangan zigotik terutama pada tinggi tanaman, panjang ruas, percabangan, duri, bentuk daun, dan warna daun. Bibit jeruk JC zigotik mempunyai variasi morfologi yang dapat dikelompokkan menjadi 8 tipe. Berdasarkan analisa isozim, pola pita yang terekspresikan pada bibit jeruk JC zigotik dan nucellar terdapat perbedaan. Jumlah pita pada enzim EST dan AAT pada umur 4 bulan setelah transplanting masing-masing adalah 8 dan 6 pita. Pada enzim EST, penyebaran pita pada bibit jeruk JC nucellar terlihat di tiga lokasi, yaitu bagian atas, tengah, dan bawah. Sedangkan pada bibit jeruk JC zigotik terlihat di dua lokasi yaitu bagian atas dan tengah. Pola pita terbaik ditampilkan oleh enzim AAT baik pada umur 2 dan 4 bulan maupun sample daun muda dan daun tua. Identifkasi bibit jeruk JC berdasarkan morfologi belum dapat dijadikan dasar dalam pengelompokkan bibit zigotik dan nucellar. Penelitian identifikasi bibit jeruk JC melalui penanda molekuler lainnya perlu dicoba dengan beberapa primer dalam upaya menghasilkan pola pita yang jelas yang nantinya dapat digunakan sebagai pegangan dalam menentukan bibit jeruk JC hasil perkembangan embrio zigotik dan nucellar.
Kata kunci : Aspartate aminoptransferase, enzim, esterase, embrio, isozim, jeruk,Japanche Citroen, nucellar, zigotik.

Abstract
The use of stock variety JC (Japanche citroen) which is true to type has important meaning to reach success in agribusiness citrus development in Indonesia, therefore the identification of JC seedling are needed. The research was to find the information about morphological characteristics and the band pattern and its spread in JC seedlings which were resulted from zygotic and nucellar embryo. The research was conducted at Punten Field Experiment of Balitjestro and Molecular Biology Laboratory of Mathematics and Natural Science Faculty of Brawijaya University. The 2 and 4 months old JC seedling, enzyme esterase (EST) and aspartate aminoptransferase (AAT) were used for this research. The nucellar seedlings have morphological characteristics that different from the zygotic on plant height, node length, branches, thorn, leaf color and shape. The zygotic seedlings have morphological variation which can be grouped into 8 types. Based on isozyme analysis, the band pattern of zygotic and nucellar seedlings were different. The number of bands in EST and AAT of the 4 months old seedlings were 8 and 6 respectively. In EST, the spread of the bands of nucellar seedlings were observed in 3 locations: top, middle, and bottom while on the zygotic seedlings the bands were observed in 2 locations: top and bottom. The best band pattern showed by AAT enzyme either on 2 or 4 months old seedlings, and either on young or old leaf samples. Morphological characteristics couldn’t use for the identifications of JC seedlings yet. The other research for identifications of JC seedling using another molecular probe and primer need to be conducted to obtain an obvious band pattern as a guide to differ zygotic and nucellar seedlings.
Keywords : Aspartate aminoptransferase, citrus, enzyme, esterase, embryo, isozyme,Japanche Citroen, nucellar, zygotic.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atatu disini