PT. Sarana Putra Perdana tertarik Kembangkan Jeruk

PT. Sarana Putra Perdana

 

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada Rabu 20 Agustus 2014 dikunjungi pimpinan PT. Sarana Putra Perdana yang bergerak di bidang pertambangan dari Jakarta. Rombongan yang terdiri dari Dominic Sumarli (owner), Crinto Forrow (Gm Business Development), Teddy Tumbuwun (Senior Manager Business Development) melakukan penjajakan pengembangan tanaman jeruk mandarin atau keprok.

Setelah melihat informasi yang ada di website Balitjestro,  mereka tertarik untuk melihat sendiri tanaman jeruk dan prospek bisnisnya. Setelah diterima Kepala Balitjestro Dr. Joko S Utomo dan Koordinator Jasa dan Penelitian Agus Sugiyatno, pimpinan PT Sarana Putra Perdana dipandu oleh Setiono untuk berkeliling kebun jeruk baik di Balitjestro maupun milik petani.

Kunjungan pertama dilakukan di visitor plot Balitjestro untuk melihat kualitas fisik dan buah tanaman. Setelah mencicipi dari bebrapa kualitas buah diantara jeruk siam, Keprok Pulung dan Keprok Batu 55 ternyata mereka tertarik dan merespon Keprok Batu 55. Mereka pun berniat untuk mengembangkan jeruk ini.

Setelah dari visitor plot kunjungan dilanjutkan ke KP Punten untuk melihat sistem perbenihan bebas penyakit. Setiono menerangkan proses pembuatan benih bebas penyakit yang perlu waktu 8 bulan. Setelah dari KP Punten, kunjungan langsung dilanjutkan ke sentra Keprok Batu 55 di Desa Gading Kulon Kec. Dau Kab. Malang. Mereka diskusi dengan petani dan lebih yakin karena jeruk keprok batu 55 yang diusahakan petani bisa berproduksi dengan baik dan menghasilkan kualitas buah yang prima.

Sebagai contoh tanaman jeruk yang ditanam di lahan kering pada umur 6 tahun rata-rata menghasilkan buah jeruk sebanyak 40 kg/pohon yang berwarna kuning – oranye. Sekarang harga jual sudah naik lagi setelah sempat turun selama lebaran, yakni Rp 9.000,-/kg di tingkat petani. Hasil wawancara dengan petani tahun ke-4 sudah mulai untung. Biaya produksi 1 pohon umur 6 tahun yaitu Rp 100.000,- per pohon/tahun.  [zh – setiono / balitjestro]

 

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event