Prospek Dekopon di Lereng Lawu

DN Sabilulungan atau yang dikenal dengan Dekopon memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar dibanding jeruk Keprok pada umumnya . Bentuk buahnya spheroid dengan ciri khas konde pada pangkal buahnya.

Ciri lainnya berkulit tebal berwarna kuning -oranye dan berbiji sedikit (seedless). Dekopon sendiri adaptif ditanam di dataran tinggi.

Pada awalnya Dekopon dikembangkan di Ciwidey Kabupaten Bandung. Dalam perkembangannya buah ini mulai dikembangkan di daerah lain.

Dekopon mulai dikembangkan di lereng Gunung Lawu. Agroklimat yang sesuai menjadikan tanaman ini bisa berkembang dan berproduksi dengan baik.

Untuk melihat kondisi tanaman disana, Kepala Balitjestro Dr. Ir Harwanto beserta tim berkunjung di lokasi pengembangan di Plaosan Magetan yang berada di ketinggian 1200 mdpl, Rabu(17/3).

Dr Harwanto menyampaikan bahwa pengembangan jeruk harus didukung dengan budidaya yang tepat serta kelembagaan yang kuat. Hal ini akan memudahkan petani dalam pengelolaan kebun serta pemasaran hasilnya. Badan Litbang Pertanian telah memiliki teknologi budidaya jeruk serta menghasilkan benih sumber bebas penyakit untuk bisa dimanfaatkan oleh petani.

Untuk itu petani diharapkan untuk menggunakan benih berlabel bebas penyakit agar terjamin kualitasnya. ” Sebagai tanaman tahunan benih merupakan faktor penting untuk keberhasilan agribisnis jeruk, dengan benih berkualitas maka kemurnian varietas terjamin, umur produksi lama serta bebas dari penyakit”, pungkasnya.

Muhtar Syafii pionir pengembangan Dekopon di lereng Lawu mengungkapkan, saat ini jumlah petani jeruk binaannya sekitar 50 petani yang tersebar di seputaran Lawu.Harga jual buahnya 25000/kg dari petani dan sudah dipasarkan di beberapa daerah. Untuk mendukung agribisnis ini dibentuk komunitas untuk saling bertukar informasi dan menguatkan kerjasama antar petani.

Sementara itu Sukar petani jeruk di Plaosan mengatakan bahwa sekarang dia memiliki 400 tanaman yang sudah berproduksi. Umur tanaman 4 tahun dengan hasil produksi antara 20-25 kg/pohon/tahun. Buah ini sendiri berbunga sepanjang tahun.

Lokasi yang strategis berdekatan dengan obyek wisata Telaga Sarangan menjadikan kebunnya untuk wisata petik jeruk. Wisatawan dapat petik sendiri di kebun dengan membayar tiket terlebih dahulu. Hal ini tentu saja menambah pendapatan petani disamping dijual kepada pedagang.

Melihat hasil dan harga yang cukup tinggi Dekopon mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih luas lagi dengan didukung teknologi dan penguatan kelembagaan. Disamping itu juga dapat mendukung pengembangan agrowisata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. (Aminuddin Fajar/Balitjestro)

Agenda
No event found!