Prospek Berkebun Jeruk JC (Japanche citroen)

Tanaman jeruk JC ( Japanche citroen ) biasa orang menyebutnya jeruk citroen, berdasarkan informasi dari The Citrus Industry vol I sebenarnya adalah Rangpur Lime berasal dari India atau Canton Lemon, di Jepang disebut Hime Lemon dan di Brazil Cravo Lemon, yang umumnya digunakan sebagai batang bawah tanaman jeruk.

Menurut tokoh hortikultura (R.Widodo, mantan Kepala Lembaga Penelitian Hortikultura Malang), bahwa jeruk JC telah ditanam di kebun Cukurgondang Pasuruan pada tahun 1924 yang dibawa oleh orang Belanda. Selanjutnya tahun 1936 tanaman ini berkembang dan menyebar ke wilayah-wilayah sentra produksi jeruk di Indonesia, termasuk di pulau Bali.

Sebagai batang bawah (understump), jeruk JC memiliki sifat tahan kekeringan, tidak mudah mati saat dicabut untuk dipindahkan dan cocok (compatible) bila ditempel (okulasi) dengan beberapa macam varietas jeruk serta mampu menghasilkan buah cukup tinggi walaupun kadang rasa asamnya masih terbawa.

Jeruk JC bila dalam kondisi yang optimal mampu berbuah sepanjang musim dan bisa dipanen minimal tiga kali setahun, tidak menghendaki pemeliharaan yang intensif seperti jeruk  komersial lainnya, tidak perlu dilakukan pemangkasan bentuk, kulit buah tidak harus mulus kuning bersih, rasa  buah asam sehingga komposisi pemberian pupuk tidak terlelu penting

Kemampuan produksi dan peluang usaha jeruk JC

 Jeruk JC bisa ditanam dilahan dataran rendah 100 m sampai 1300 m dari permukaan laut baik di sentra tanaman jeruk maupun daerah lain seperti lahan konservasi dan tanah kering (tegal).

Untuk memenuhi kebutuhan produsen benih jeruk selama 5 tahun terakhir masih dipasok dari daerah Barastagi (Kab. Karo-Sumut)  yang dihimpun dari beberapa pohon (kebun) bukan dari kebun khusus yang ditanami jeruk JC sehingga pada waktu/musim tertentu benih JC bisa menjadi langka dan sangat mahal.

Penanaman jeruk JC bisa menggunakan jarak tanam 2,5 x 2,5 atau 3 x 3 m, yang diawali dengan pembuatan lubang tanam 60 x 60 x 60 cm kemudian dibiarkan minimal satu minggu setelah itu lubang tanam ditutup kembali dengan menambahkan pupuk kandang sapi ± 10 kg lalu ditanami menggunakan benih dari biji yang disemai terlebih dahulu (seedling) maupun benih dari okulasi.

Dalam kondisi normal tanaman akan mulai berbuah umur 2-2,5 tahun, dengan produksi buah  sekitar 30-40 kg per pohon, bila populasi 600-800 pohon per hektar (tanah lereng) mampu menghasilkan ±13-15 ton per hektar. Pada puncaknya (6-10 tahun) jeruk JC mampu menghasilkan buah 75-150 kg per pohon per tahun ( 33-50 ton ) pe ha.

Dalam 100 kg buah jeruk JC ( masak fisiologis ) setelah dipisahkan biji dari buahnya  mampu mendapatkan benih (biji) ± 1-1,2 kg dalam kondisi basah, setelah dikeringanginkan dan diseleksi bobotnya susut tinggal 700-800 gram. Harga benih JC (kering angin) Rp. 650.000, setelah diseleksi dipisahkan benih yang rusak dan hampa dan diperlakukan (treatment) dengan fungisida, harga dalam kemasan siap kirim  Rp.1.400.000,-

[cml_media_alt id='1541']Gambar tanaman jeruk jc serta bunga dan buahnya[/cml_media_alt]
Gambar tanaman jeruk jc serta bunga dan buahnya
Prosessing dan pemanfaatan benih jeruk JC

Buah jeruk JC bisa dipanen (masak fisiologis) umur 5-6 bulan sejak bunga mekar dan biasanya buahnya sudah lunak bila ditekan, kulit buah berwarna hijau kekuningan samapai kuning kemerahan.  Karena yang dimanfaatkan adalah bijinya maka setelah buah dipanen kemudian kita keluarkan biji dengan cara memotong buah secara hati-hati menggunakan pisau sambil diputar hingga menjadi dua bagian. Dengan menggunakan alat pemeras buah maka biji dapat dipisahkan dari sari buahnya.

[cml_media_alt id='1542']Proses pemisahan benih JC dari buah[/cml_media_alt]
Proses pemisahan benih JC dari buah
Biji yang dihasilkan dicuci bersih menggunakan abu gosok berulang kali sampai lendir yang menempel pada benih benar-benar bersih, kemudian benih dikering anginkan, karena benih jeruk tergolong benih rekalsitran, maka tidak dibenarkan dijemaur diterik matahari sampai kering karena daya kecambahnya akan menrurun, oleh karena itu sebaiknya benih segera ditanam/ disemai. Namun bila tidak segera disemai hendaknya benih disimpan ditempat dingin (dilemari es) dan disarsankan tidak lebih dari satu bulan.

Bila benih hendak disimpan dan dikirim ke tempat lain yang cukup jauh, setelah benih dikering anginkan kemudian dicampur dengan fungisida (powder) hingga rata agar benih tidak terserang cendawan saat disimpan. Penyimpanan benih dalam suhu rendah (dingin) harus dikemas dalam kantong plastik rapat agar tidak mengalami keriput (dehidrasi).

Ciri-ciri benih yang baik biasanya kulitnya berwarna coklat, sedangkan benih yang kulitnya berwarna hijau berasal dari buah yang masih muda dan bila ditanam (disemai) menghasilkan semai yang kurang baik karena banyak semai yang tumbuh menyimpang (semai generatif ).

[cml_media_alt id='1543']Kiri: Benih dari buah masak fisiologis, Kanan: Benih dari buah muda[/cml_media_alt]
Kiri: Benih dari buah masak fisiologis, Kanan: Benih dari buah muda
Pemanfaatan dan nilai ekonomis benih jeruk JC

Benih JC yang sudah diseleksi dalam 1 kg akan menghasilkan 8.000 sampai 10.000 semai yang digunakan sebagai batang bawah dalam memproduksi benih jeruk. Dari jumlah tersebut yang bisa digunakan (diokulasi) untuk produksi benih jeruk  sekitar 80 % saja karena lainnya abnormal dan nantinya mampu menghasilkan benih jeruk siap jual sekitar 5.000 pohon. Harga benih jeruk berlabel saat ini Rp. 8.500,-

[cml_media_alt id='1540']Benih JC siap okulasi dan benih hasil okulasi siap salur[/cml_media_alt]
Benih JC siap okulasi dan benih hasil okulasi siap salur
Di kota Batu saat ini sedikitnya ada 4 penangkar resmi benih jeruk yang produksinya tidak kurang dari 100.000 benih pertahunnya, belum lagi penangkar lain yang tidak terdaftar yang hanya memproduksi benih batang bawah saja, yang selalu mengalami kendala kontinyuitas pasokan benih (biji) jeruk JC.

Berdasarkan data KPRI “CITRUS” Balitjestro permintaan benih jeruk dari tahun ke tahun semakin meningkat bahkan pelanggan harus inden minimal 5-6 bulan untuk mendapatkan benih jeruk yang diinginkan. Untuk itu peluang usaha berkebun jeruk JC perlu dilirik sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan keuntungan yang lumayan besar karena sampai saat ini belum ada satupun petani yang mengusahakannya secara khusus mengingat banyaknya permintaan dan harganya pun cukup menggairahkan dalam berusaha tani.

 

Oleh: Hadi Mulyanto
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

One Comment

Tinggalkan Balasan