Progress Report Kinerja Balitjestro Menjelang Akhir Tahun 2014

PNS.Balai.Penelitian.Tanaman.Jeruk.dan.Buah.Subtropika

Segenap pegawai Balitjestro, Senin (29/9), berkumpul bersama di Aula Balitjestro dalam rangka rapat bulanan. Pertemuan yang diselenggarakan di September ini dilaksanakan dalam rangka mengetahui progress report kinerja balai menjelang akhir tahun anggaran 2014. Kepala Balai, Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, M.P, turut hadir memimpin jalannya rapat yang berlangsung sehari penuh. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pertemuan ini menjadi tuntutan manajemen agar balai memiliki akuntabilitas serta dapat dipercaya.

Pada sesi awal rapat ini, Kasie. Yantek & Jaslit, Dr. Ir. Harwanto, MSi, menyampaikan tentang pembiayaan global Balitjestro. Termasuk di dalamnya belanja balai selama kurun waktu 2010—2014 serta target dan capaian IKU (Indikator Kinerja Utama) hingga 2014. Balitjestro yang ditargetkan mampu menyediakan inovasi VUB (Varietas Unggul Baru) sebagai andalan kerja Badan Litbang Pertanian, selama lima tahun ini mampu menghasilkan dua VUB anggur Jestro Ag 5 dan Jestro Ag 45. Sampai saat ini keduanya dalam masa penyusunan makalah untuk selanjutnya didaftarkan sebagai varietas baru melalui PPVT (Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian). Selain itu 5 VUB jeruk juga bakal menyusul untuk didaftarkan, yakni: Krisma Agri Horti, Sitaya Agri Horti, Nimas Agri Horti, Puri Agri Horti, dan Sari Agri Horti.

Balitjestro dituntut pula untuk menyediakan sumberdaya genetik jeruk dan buah subtropika yang terkelola dengan baik sebanyak 517 aksesi. Balai optimis mencapai target tersebut baik dari aksesi yang terkonservasi, terkarakterisasi, dan termanfaatkan. Selain itu, Balitjestro juga berhasil menyediakan benih sumber jeruk dan buah subtropika sebanyak 6500 benih BF dan BPMT jeruk dan 200 benih sumber buah subtropika. Untuk benih batang bawah dan atas dengan perbanyakan SE, balai mengusahakan untuk mampu menyediakan 300.000 planlet dan 50.000. Jumlah ini lebih sedikit dari yang ditargetkan di awal karena terbatasnya fasilitas serta rentan terjadinya kerusakan pada planlet yang mengalami tiga kali perpindahan media.

Empat teknologi telah pula dihasilkan Balai untuk mendukung budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan. Keempat teknologi tersebut yaitu teknik deteksi cepat penyakit huanglongbing tanaman jeruk, paket teknologi perbaikan mutu buah jeruk keprok, teknologi perbanyakan anggur melalui kultur meristem, dan teknologi perbanyakan apel melalui kultur meristem.

Di bidang kerjasama, pada tahun 2014 ini Balitjestro telah menggandeng 3 instansi besar yaitu PTPN VIII, PTPN IX, dan Diperta Nunukan. Capaian lainnya, balai berhasil menerapkan pemanfaatan teknologi Hortikultura di 5 lokasi PKAH dan 3 LL. Lima lokasi tersebut yaitu di Tuban, Solok Selatan, So’e, Nunukan, dan Lebong. [Dyah | Balitjestro]

 

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event