Program Rehabilitasi Sentra Jeruk Di Kabupaten Sambas

(Rehabilitation Program of Citrus Production Centre in Sambas Regency)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika Indonesia, Batu, 28-29 Juli 2005, hal. 75-81

Burhanudin
Pemerintah Kabupaten Sambas

Abstrak:
Sejarah pengembangan agribisnis jeruk cukup panjang. Tanaman jeruk mulai dikenalkan kepada petani pada tahun 1936. Pada tahun 1952 dilakukan pengembangan seluas 1.000 ha (generasi I) dan karena adanya serangan penyakit, tanaman rusak. Upaya pemulihan langsung dilakukan pada tahun 1961 dengan menanam bibit seluas 2.700 ha dan berkembang pesat hingga tahun 1992 mencapai luas 21.000 ha. Karena alasan sistem pemasaran yang tidak adil, petani tidak mau lagi memelihara tanaman jeruk mereka yang akhirnya menimbulkan kematian hingga tinggal 3,905 ha yang terletak di lokasi kecamatan yang terisolasi. Pembangunan agribisnis jeruk tahap TTI dimulai pada tahun 1999 dengan menggunakan bibit jeruk bebas penyakit varietas Siam Pontianak dengan target luasan 10.000 ha pada tahun 2005. Seluruh kegiatan rehabilitasi jeruk ini dikawal oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Realisasi sld Mei 2005, telah ditanam jeruk seluas 9.235 ha dan perkebunan swasta seluas 1.000 ha.
Kata kunci : agribisnis,jeruk, Sambas, Siam Pontianak.

Abstract:
Agribusiness of citrus has along period of history. Citrus crops were first introduced to farmers in 1936. Then there was damage crops because of diseases occurred in 1952. Recovery efforts were carried out by planting citrus seedlings on 2.700 hectares area and it developed rapidly up to 21.000 hectares area in 1992. Because of unfair marketing system, the farmers then unable to maintain their crops which caused only 3.905 hectares areas in the isolated location. The third stage of citrus agribusiness development was begun in 1999 used virus-free diseases seeds of Siam Pontianak. The target was 10.000 hectares areas of citrus orchard in 2005. All these rehabilitation activities were under guidance of Indonesian Citrus and Subtropical Fruits Research Institute. The realization of those, up to May 2005 were 9.235 hectares of citrus orchard and 1.000 hectares of private estates.
Keywords : agribusiness, citrus, Sambas, Siam Pontianak.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event