Program Pengembangan Agribisnis Apel di Kota Batu

Usaha agribisnis merupakan kegiatan untuk memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Agar usaha mengembalikan kejayaan dan melestarikan apel di Kota Batu lebih cepat terwujud maka model pengembangan agribisnisnya harus terarah, terintegrasi dan terpadu dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada guna mengatasi permasalahan yang semakin kompleks dan mengantisipasi segala tantangan maupun ancaman yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kerangka model pengembangan agribisnis apel di Kota Batu merupakan suatu model agribisnis yang memadukan suatu sistem inovasi dengan sistem agribisnis.

Dalam sistem agribisnis apel diperlukan kerjasama dan hubungan yang harmonis dilandasi kesadaran untuk maju bersama dari elemen kelembagaan yaitu meliputi elemen produksi, sarana produksi, penyuluhan, klinik agribisnis, pasca panen/pemasaran, pengolahan hasil, jasa alsintan dan  permodalan. Sebagai lembaga penghasil dan pemasok teknologi, Balitjestro, BPTP, Perguruan tinggi, instansi dinas terkait, maupun lembaga swasta  disekitar Kota Batu perlu dilibatkan secara aktif dalam mendukung proses transfer, penerapan dan penggandaan teknologi ke dan oleh petani. Selanjutnya sistem agribisnis akan memberikan umpan balik kepada sistem inovasi tentang penerapan teknologi yang diadopsi dan perkembangan permasalahan di lapangan yang akan digunakan sebagai bahan penelitian/pengkajian lebih lanjut.

[cml_media_alt id='1575']Kerangka Model Pengembangan Agribisnis Apel di Kota Batu[/cml_media_alt]

Program Pengembangan Agribisnis Apel di Kota Batu dirumuskan berdasarkan prioritas permasalahan aktual petani apel yang apabila dapat diatasi akan mempunyai daya ungkit yang luas dan nilai ungkit tinggi (Suhariyono, dkk 2010).

Tiga program prioritas yang diusulkan adalah 1) Penghambatan Laju Degradasi dan Perbaikan Mutu Lahan 2) Pengawalan Teknologi dan Penelitian Budidaya Apel Ramah Lingkungan, 3) Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan Agribisnis Apel.  Program tersebut selanjutnya dijabarkan dalam bentuk kegiatan yang semuanya terdiri atas 12 kegiatan yang diharapkan dapat diselesaikan selama lima tahun ke depan :

Adapun ke-12 program itu adalah: a) penerapan teknologi konservasi lahan, b) memasukkan ternak dalam usahatani apel, c) penggandaan fasilitas pengolah pupuk organik, d) perluasan kawasan sentra produksi, e) pengawalan teknologi budidaya di tingkat kelompok agribisnis apel, f) penelitian budidaya apel ramah lingkungan, g) pembangunan klinik agrobisnis apel, h) membangun gudang penyimpanan (cold storage) saat panen raya dan harga saat murah i) pembentukan koperasi di tingkat kelompok tani apel, j) pelatihan bagi penyuluh/petugas pendamping apel, k) peningkatan pembinaan kelompok tani, dan l) pembentukan dan pembinaan kelembagaan pengelohan apel.

 

Oleh: Suhariyono
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan