Sejarah

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan [cml_media_alt id='974']Sejarah Tlekung[/cml_media_alt]Buah Subtropika (Balitjestro) terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur. Posisi Balitjestro berada pada 4 km dari Kota Batu dengan ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut, yang letaknya persis di bawah kaki gunung Panderman.

Pada awalnya Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika adalah kebun milik swasta Belanda, yang pada tahun 1930 – 1940 diambil alih pengelolaannya oleh Departement van Landsbouw, Nijverheid, en Handel dengan komoditas yang diusahakan pada waktu itu adalah kopi dan buah-buahan.

Tahun 1941 – 1957 status instansi ini berada di bawah Jawatan Perkebunan Rakyat dengan komoditas tanaman perkebunan rakyat yang pada umumnya merupakan tanaman semusim, seperti tanaman sayur-sayuran, tanaman hias, dan tanaman perkebunan seperti kopi dan kina.

Pada tahun 1958 – 1961 Kebun Percobaan ini berada di bawah Jawatan Perkebunan Rakyat Malang dan pada tahun 1961 – 1967, statusnya berubah menjadi Lembaga Penelitian Tanaman Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan di bawah koordinasi Dinas Pertanian Malang.

Kemudian pada tahun 1967 – 1980 berubah status menjadi Kebun Percobaan Hortikultura Tlekung di bawah Lembaga Penelitian Hortikultura (LPH) Cabang Malang. Tahun 1981 LPH Cabang Malang beserta Kebun Percobaan Tlekung bergabung dengan Lembaga Penelitian Pertanian Perwakilan Kendalpayak (LP3) menjadi Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Malang.

Pada tahun 1985 – 1994 Kebun Percobaan Tlekung ditingkatkan menjadi Sub Balai Penelitian Hortikultura (Sub Balithorti) Tlekung dengan status Echelon IV-A yang merupakan salah satu UPT bereselon IV-A yang berada di bawah Balai Penelitian Tanaman Hortikultura di Solok, Sumatera Barat.

[cml_media_alt id='975']Sejarah Tlekung 3[/cml_media_alt]Tahun 1994 nama Sub Sub Balithorti Tlekung berubah menjadi Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Tlekung berada di bawah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Karangploso-Malang. Sejak tahun 2002 – 2005 IP2TP Tlekung kemudian berubah nama menjadi Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik di Tlekung, yang berinduk langsung di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di Jakarta.

Seiring dengan kebijaksanaan Pemerintah melalui Departemen Pertanian, yang menetapkan Jeruk sebagai komoditas nasional dan strategis untuk dikembangkan menuju substitusi impor, yang dalam perspektif politik nasional kebijakan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk lebih mencintai, memilih, dan mengkonsumsi komoditas nasional yang dihasilkan dari tanah airnya sendiri, maka berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No.13/Permentan/OT.140/3/2006 1 Maret 2006 Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik ditingkatkan statusnya menjadi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika sebagai UPT bereselon III-A, dengan mandat yang baru yakni melaksanakan penelitian tanaman jeruk dan buah subtropika antara lain: anggur, apel, dan kelengkeng. Dan pada tahun 2008 mulai melaksanakan penelitian stroberi.

Nama pejabat yang memimpin unit kerja dan nomenklatur organisasi berdasarkan periode waktu tersebut disajikan berikut ini:

  1. Nitihardjo, Jawatan Perkebunan Rakyat Malang, 1958 – 1961
  2. Sekar, Jawatan Perkebunan Rakyat Malang, 1962 – 1975
  3. Martono, Kebun Percobaan Tlekung, 1976 – 1981
  4. Slamet, Kebun Percobaan Tlekung, 1982 – 1984
  5. Ir. Soenarso, MS, Tahun Sub Balai Penelitian Hortikultura Tlekung, 1985 – 1993
  6. Ir. Arry Supriyanto, MS, Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Tlekung, 1994 – 2001
  7. Ir. Arry Supriyanto, MS, Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik Tlekung, 2002 – 2005
  8. Ir. Arry Supriyanto, MS, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, 2005 – 2008
  9. Dr. Hardiyanto, MSc, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, 2008 – 2012.

[cml_media_alt id='976']Sejarah Tlekung 2[/cml_media_alt]