Press Release Balitbangtan: Teknologi Inovasi Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Agribisnis Jeruk Nusantara

press release

Oleh: Kepala Badan Litbang Pertanian
Batu, 4 Agustus 2016

  1. Berfluktuasinya produksi jeruk di Indonesia disebabkan oleh perubahan luas area kawasan jeruk di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh 1. Serangan penyakit pada tanaman produksi dan 2. Teknik budidaya yang tidak tepat
  1. Agribisnis jeruk yang berkembang di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu Jeruk Siam/Keprok dan Jeruk Besar (Pomelo). Luas kawasan kedua jenis jeruk tersebut adalah 51.098 Ha untuk jeruk Siam/keprok dan 5.665 Ha untuk jeruk besar dengan produksi masing-masing sebesar 1.785.256 Ton dan 141.288 Ton, pada tahun 2014. Fluktuasi luas area pertanaman jeruk Siam/Keprok cukup signifikan. Penurunan luas panen terjadi pada kurun 2010 sampai 1012 dari 50.906 Ha menjadi 46.187 Ha. Namun demikian pada tahun 2013 dan 2014 mengalami peningkatan menjadi 48.154 Ha dan 51.098. Hal tersebut sangat berpengaruh pada produksi jeruk di Indonesia. Lima sentra produksi jeruk di Indonesia adalah Jawa Timur, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan dengan luas berkisar dari 3 sampai 14 ribu hektar.
  1. Berdasarkan tingkat konsumsi jeruk di Indonesia, nilainya masih sangat rendah yaitu sebesar 2,69 kg/kapita/tahun, sementara total konsumsi buah baru mencapai 34,55 kg/kapita/tahun, masih jauh dari standar FAO pada 75 kg/kapita/tahun. Upaya peningkatan nilai konsumsi telah dilakukan dengan meningkatkan tingkat produksi dalam menyediakan jeruk di dalam negeri, namun demikian nampaknya upaya tersebut belum mampu meningkat secara nyata, sehingga jeruk impor masih diperlukan walaupun dalam jumlah tidak banyak. Pada kurun waktu tahun 2010 – 2014, nampak terjadi penurunan yang cukup drastis hal tersebut dapat disebabkan karena terjadinya peningkatan ketersediaan jeruk dalam negeri yang disuplai dari sentra-sentra produksi dalam negeri. Pada tahun 2014, impor jeruk sebesar 133.298 ton senilai lebih 133 ribu US $ atau lebih dari 1,6 triliun rupiah.
  1. Upaya peningkatan luas area produksi yang sekaligus peningkatan produksi jeruk telah dilakukan melalui pendekatan on farm yang bersifat teknis. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan benih varietas unggul bebas penyakit dan teknologi budidaya yang dikemas dalam paket berupa PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat).

Varietas jeruk dapat dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan agroekosistem tumbuhnya yaitu,  a. Varietas jeruk dataran tinggi dan b. Varietas jeruk dataran rendah. Varietas jeruk dataran tinggi yang ada di Balitjestro: Keprok Batu 55, Keprok SoE, Keprok Gayo, Keprok Garut, Siem Gunung Omeh, Siem Madu. Juga memiliki varietas jeruk untuk dataran rendah yaitu Keprok Madura, Tejakula, Borneo Prima, Selayar, Terigas dan Siam Pontianak. Yang baru saja didaftarkan adalah jeruk dengan karakter tertentu antara lain dapat tumbuh dengan baik pada berbagai ketinggian tempat, memiliki kualitas buah tertentu serta sifat lain yang spesifik, yaitu JRM 2012, Krisma Agrihorti, Sitaya Agrihorti, Monita Agrihorti, Sari Agrihorti, Puri Agrihorti dan Nimas Agrihorti yang dilaunching pada hari ini untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.

PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat) merupakan paket teknologi yang dirakit dari beberapa komponen yang harus diaplikasikan pada kegiatan budidaya jeruk. Komponen teknologi di dalam PTKJS adalah: 1. Penggunaan benih jeruk berlabel dan bebas penyakit, 2. pengendalian hama penular CVPD, 3. Penerapan sanitasi kebun, 4. Pemeliharaan tanaman secara optimal dan 5. Konsolidasi pengelolaan kebun pada suatu kawasan.

Penggunaan benih jeruk berlabel dan bebas penyakit

Benih jeruk bermutu adalah benih jeruk yang bebas dari patogen sistemik (CPVD, CTV, vein enation, exocortis, psorosis, xyloporosis dan tatter leaf), memiliki karektistik sesuai induknya, batang bawah dan batang  terjamin kemurniannya, serta proses produksinya berdasarkan program sertifikasi jeruk yang berlaku.

Pengendalian hama penular CPVD

Hama atau serangga penular CVPD adalah Diaphorina citri. Pengendaliannya dapat dengan 1. penyaputan batang dengan menggunakan insektisida sistemik murni berbahan aktif imidakloprid atau lainnya, sehingga musuh alami D. citri tidak mati.  2. Penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif dimethoate, endosulfan 0.05%. 3. Pemanfaatkan musuh alami seperti parasit, predator dan entomopatogennya.

Penerapan Sanitasi kebun

Sanitasi kebun adalah membuang bagian tanaman atau membongkar pohon yang terserang CPVD. Pemangkasan ranting terinfeksi CPVD (sektoral) dapat dilakukan dengan memotong ranting dua periode tunas sebelumnya. Pohon jeruk yang telah terinfeksi CPVD secara menyeluruh harus di bongkar sampai ke seluruh abagian akar tanaman. Selain sanitasi pada tanaman utama, perlu juga memperhatikan sanitasi sekeliling yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman utama.

Pemeliharaan tanaman secara optimal

Pemeliharaan tanaman adalah kegiatan di lapangan yang meliputi pemupukan, penyiraman, pemangkasan bentuk dan pemeliharaan, penjarangan buah dan pengendalian hama penyakit. Upaya tersebut dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sehat. Teknologi anjuran pemeliharaan kebun jeruk seyogyanya bersifat spesifik lokasi, sesuai dengan agroekosistem tempat tanaman tersebut berada.

Konsolidasi pengelolaan kebun

PTKJS akan memberikan hasil jika diterapkan secara utuh dan benar serta terkoordinasi baik antar petani (kelompok tani), antar gabungan kelompok tani (gapoktan) yang terkordinasi dalam bentuk kawasan sentra produksi jeruk. Konsolidasi pengelolaan kebun melalui koordinasi penerapan teknologi PTKJS dapat dilaksanakan secara optimal dengan menjadi kelompok tani jeruk (KTJ) sebagai unit terkecil. Setiap KTJ sebaiknya beranggotakan 20-25 petani. Penyuluhan dan pembinaan yang dilakukan harus berbasis hamparan usaha milik KTJ bukan berorientasi pada petani sebagai individu anggota ktj. PTKJS diharapkan menjadi acuan utama penyusunan Standar Operating Procedure (SOP).

 

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

  • Joko Susilo Utomo, Kepala Balitjestro

Tinggalkan Balasan