Potensi Pengembangan Nimas Agrihorti

NimasSalah satu keunggulan jeruk varietas unggul baru (VUB) “Nimas Agrihorti” adalah potensi ekonomis dan kualitas fisiknya yang diharapkan mampu menyokong produksi buah untuk produk biofarmaka. Sebagai ilustrasi, “Nimas Agrihorti” akan mulai berbuah pada umur tanaman 2,5 tahun. Produktivitas jeruk ini setiap pohon mampu menghasilkan buah sebanyak 10 kg (dalam pot). Berdasarkan rekomendasi, populasi untuk jeruk adalah sebanyak 400-500 pohon setiap hektar, sehingga diprediksi “Nimas Agrihorti”  mampu memproduksi buah sebanyak 5000 kg/ha. Apabila tanaman jeruk dikelola secara intensif, maka dengan bertambahnya umur tanaman akan meningkat pula produktivitasnya.

Berdasarkan kualitas fisik yang meliputi ukuran, warna dan rasa, “Nimas Agrihorti” memiliki daya saing yang cukup potensial untuk dikembangkan. Ukuran yang relatif besar dengan berat 72-82 gram, warna kulit buah kuning,  rasa daging buah manis,  kandungan vitamin C sebesar 34.8 mg/100gr, kadar asam rendah 0.45 % merupakan karakter yang akan ditonjolkan sebagai sifat unggul “Nimas Agrihorti”.

Asal Usul  Jeruk Nimas Agrihorti

Nimas AgrihortiBerdasarkan The Citrus Industry (vol. I), Nimas Agrihorti termasuk Jeruk hibrida introduksi dari India yang telah berkembang semenjak tahun 1904. Botanis Mediterania menyebutnya sebagai asli India tengah dan India utara, Vietnam utara, Mesir dan negara-negara lain di sekitar pantai Mediterania, dan Amerika tropis. Lebih lanjut dikatakan bahwa Nimas Agrihorti termasuk hibrida.

Menurut ahli perjerukan Indonesia Ir. Arry Supriyanto, MS dan Setiono, SP,  pada tahun  2001, entris varietas ini didatangkan dari India bersamaan dengan varietas-varietas jeruk yang lain yang selanjutnya ditanam dalam pot dan dijadikan koleksi plasmanutfah yang ditanam dalam pot di rumah kasa Kebun Percobaan Punten, Batu. Sejak tahun 2001 sampai sekarang, “Nimas Agrihorti” telah menyebar berkembang di Kota Semarang, Batu dan sekitarnya.

Berdasarkan pengamatan dan evaluasi, “Nimas Agrihorti” mempunyai banyak kelebihan yaitu warna buah yang kuning, rasa daging buah manis, tidak masam layaknya jeruk nipis  lainnya karena memiliki memiliki kadar asam yang rendah yaitu  0,45%. Mempertimbangkan keunggulannya, “Nimas Agrihorti” kemudian ditanam dipot di KP Punten sebagai koleksi lapang dan juga ditujukan untuk mendapatkan pohon induk. Selain itu, kegiatan evaluasi lanjutan juga dilakukan pada tanaman yang berada di luar screen dalam pot.

Evaluasi karakter morfologi dan agronomis tanaman, produktivitas dan kualitas serta seleksi di lapangan dilaksanakan sejak Juni 2013  sampai dengan Desember 2014, bersamaan dengan diterminasi dan uji kebenaran varietas oleh UPT-PSBTPH    PropinsiJawa Timur dan Kabupaten Malang.

 

Tinggalkan Balasan