Potensi Dan Prospek Pertanian Jeruk Di Lahan Rawa Kalimantan Selatan

(Potency and Prospect of Citrus’s Farming In Swampland of South Kalimantan)

Suaidi Raihan dan Yanti Rina
Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

ABSTRAK
Pembangunan pertanian mengalami perubahan dari berorientasi produksi mengarah kepada orientasi agribisnis yang artinya bahwa produk sektor pertanian nasional yang diminta atau laku di pasar dan bukan mencarikan pasar apa yang kita produksi. Berdasarkan potensi wilayah yang ada, Kalimantan Selatan mempunyai peluang besar untuk pengembangan komoditas pertanian ke arah agribisnis khususnya hortikultura seperti jeruk. Kalimantan Selatan mempunyai buah jeruk unggul nasional dengan label “Jeruk Siam Banjar”. Potensi pertanian jeruk cukup besar dengan potensi lahan rawa seluas 260.736 ha dan luas areal pertanaman mencapai 6.425 ha serta produksi rata-rata selama 6 tahun terakhir mencapai 37.462 ton. Dilihat dari tingkat pendapatan bersih petani dengan pola usaha jeruk-padi di lahan rawa memberikan pendapatan paling besar dibandingkan pola usaha jerukĀ­ rambutan, rambutan-padi, rambutan atau padi saja. Permintaan buah jeruk terus meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan masyarakat, dimana jeruk Siam Banjar sudah merambah kota-kota besar di Jawa dan Kaltim serta Kalteng.
Kata kunci: lahan rawa,jeruk Siam.

ABSTRACT
The orientation of agricultural development have been changed from production to agribusiness-oriented. In other word, we will produce agriculture product that needed by consumer or valuable in the market, not looking for market for what we produce. Based on areal potential swampland at around 260,736 ha and planting area at around 6,425 ha South Kalimantan has the big opportunity for developing agricultural commodities towards agribusiness particularly horticulture such as citrus. “Jeruk Siam Banjar” is improved variety of citrus in South Kalimantan. In the last six years, production of it variety reach 37,462 ton. Based on net income of farmers, farming model of orange-rice in swampland gave the highest income, compare to farming model of citrus-rambutan, rarnbutan-rice, rambutan or rice only. The demand of citrus increases as human population and people income. Moreover, ‘jeruk Siam Banjar’ has been distributed to East Kalimantan, Central Kalimantan and Java.
Keywords : Swampland, tangerine cv. Siam Banjar.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event