Pondok Pesantren Salafiyah Lumajang Siap Menghadang Jeruk Impor

lumajangBandes adalah sebuah desa agraris religius yang terletak 3 km dari pusat kota Lumajang. Di desa ini, berdiri pondok pesantren salafiyah Al- Faalah yang dibina oleh Gus Khoiron. Gus Khoiron, berpose bersama dengan Ka. KP. Punten (Pak Kusnan), Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Unit Pelaksana Teknis dari Badan Litbang Pertanian (Jakarta), merupakan sosok ulama multi talenta. Beliau tidak hanya pandai mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengajarkan kemandirian dalam pertanian bagi santri dan masyarakat sekitarnya. Sebenarnya, Gus dari keluarga pesantren yang secara turun-temurun menekuni usaha tani tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Setelah mengetahui keberhasilan petani jeruk di Banyuwangi dan Jember yang mampu meningkatkan kesejahteraan, akhirnya Gus beserta para jama’ah yang juga petani juga menanam jeruk.

Gus dan para petani menggunakan benih jeruk Badan Litbang Pertanian yang dihasilkan oleh UPTnya yaitu Balitjestro di Batu-Jawa Timur. Gus Khoiron dan para petani bertekad akan mengembangkan jeruk di daerah Lumajang karena bertani jeruk sangat menguntungkan. Dengan kepemimpinan kharismatik Gus dan banyaknya jama’ah, maka kabupaten Lumajang suatu saat dapat merupakan suatu kawasan jeruk yang insyaAllah dapat mengahadang jeruk impor. Jama’ah di Jawa Timur pada umumnya selalu menurut apa saja yang dikatakan oleh para kyai. Sikap ini akan merupakan magnet yang luar biasa untuk mewujudkan terbentuknya kawasan jeruk di Jawa Timur. Apalagi, bertanam jeruk sudah merupakan bagian dari hidup petani di Banyuwangi dan Jember untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Sehingga, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Insya Allah provinsi Jawa Timur dapat merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang dapat memproklamirkan ‘Jeruk Impor Tidak Diperlukan’.

(Dr.Ir. Muchdar Soedarjo, M.Sc, Langgeng Sutrisno, Kusnan)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event