Pola Perubahan Hormonal Fase Pemasakan Buah Jeruk Keprok (Citrus reticulata Blanco) Dataran Tinggi Cv. SoE Dan Dataran Rendah Cv Borneo Prima

Prosiding Seminar Nasional PERHORTI 2014, halaman 35-40

Arry Supriyanto*, Ahmad Syahrian Siregar dan Hasyim Ashari
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Jl. Raya Tlekung No.1 Junrejo Batu Jatim 65301
*email: arry_supriyanto@yahoo.com

 

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pola perubahan hormonal pada jaringan kulit buah jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco ) cv. SoE yang ditanam di dataran tinggi dan pada jeruk kerpok cv Borneo Prima diusahakan di dataran rendah pada saat proses pemasakan buah. Sebanyak 10 pohon jeruk keprok SoE dan Borneo Prima produktif di daerah sentra produksi dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini. Masing-masing 5 – 10 buah jeruk stadia kemasakan muda, masak fisiologis dan matang dipetik dan kemudian dibawa ke Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu UGM untuk dianalisis kandungan hormon yang terkandung dalam kulit buahnya. Kandungan etilen dan karotenoid pada kulit buah jeruk keprok SoE hingga kulit buah berwarna orange-kemerahan meningkat diikuti dengan penurunan kandungan hormon pertumbuhan auksin, sitokinin, dan giberelin. Ketika buah masih berwarna hijau kadar karetonoid di kulit buah jeruk keprok SoE hanya 168,2 mg/100g, kemudian meningkat 2 x lipat ketika buah masak fisologis dan 4 x lipatnya pada saat buah matang berwarna oranye – kemerahan, sedangkan kadar etilennya meningkat 3 dan 7 x lipat dari kadar sewaktu buah masih muda berwarna hijau. Kandungan karotenoid kulit buah jeruk keprok Borneo Prima juga terus meningkat hingga buah masak, sedangkan kandungan hormon etilennya meningkat pada saat buah masak fisiologis tetapi menurun pada saat buah matang. Kehadiran hormon ABA menjelaskan bahwa proses pembentukan karotenoid pada jeruk keprok Borneo Prima mulai menurun atau terhambat sedangkan pada jeruk Keprok SoE hormon ABA tidak terdeteksi sekaligus menjelaskan bahwa warna orange-kemerahan buah jeruk keprok SoE masih bisa terus berkembang lebih tajam lagi
Kata kunci : Jeruk keprok, hormones, karotenoid, pemasakan buah

ABSTRACT
The purpose of this study was to understand the pattern of hormonal changes in the rind of mandarin cv. SoE ( Citrus reticulata Blanco ) planted in the upland and Borneo Prima in the lowland during the process of fruit ripening . Approximately 10 trees of SoE and Borneo Prima mandarin located in centers production area were selected for this research. Respectively 5-10 fruits phase of immature, physiological mature and ripe were collected,then taken to the Laboratory Integrated of Research and Testing in Gajah Mada University for analyzing of hormones and carotenoid contained in the fruit rind.Ethylene and carotenoid content of the fruit rind of SoE mandarin increased till became orange – redness colored fruit followed by decreased content of growth hormones of auxin , cytokinin, and gibberellin. When the fruit was still green, the carotenoid levels in citrus fruit rind of SoE mandarin just 168.2 mg/ 100g , then increased twice when the fruit was in physiological ripe, and 4 times when thefruit ripening which orange–redness colour; whereas ethylene was increased of 3 and 7 times higher than those the immature fruit was young with greencolour. Carotenoid content in citrus fruit rind ofBorneo Prima also continued to increase until the fruit was ripened,whileethylene increased at physiologically ripe,but decreased slightly when the fruit ripened. The presence of the hormone of ABA explained that the process of carotenoids formation inBorneo Prima mandarin began to decline or impeded, while in the rind fruit of the SoE mandarinhormone ABA was not detected at the same time explain that the color orange – redness of fruit rind ofSoE mandarin could still develop deeply.
Keywords : Citrus reticulata Blanco , hormons, carotenoids, ripening stage

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event