Petunjuk Teknis Pindah Tanam (Transplanting) Benih Jeruk

[cml_media_alt id='1336']Perbenihan Jeruk Punten Balitjestro - Benih Jeruk Berkualitas (6)[/cml_media_alt]

I.    Bahan dan alat

a.    Bahan:

  1. Semai batang bawah dalam kotak plastik  umur 2,5-3 bulan
  2. Media tanam tanah gunung/ campuran tanah dan pupuk kandang
  3. Kantong plastik (polibag) ukuran 7,5 x 30 cm
  4. Atonik
  5. Herbisida Pratumbuh
  6. Lumpur sawah
  7. Pupuk ZA dan NPK (15-15-15)
  8. Fungisida (tepung)

b.    Alat :

  1. Gunting pangkas
  2. Gembor plastik ( 8 lt )/ pompa air
  3. Tugal ( bambu )
  4. Sprayer ( 10 lt )
  5. Perforator ? 6-8 mm, palu
  6. Gerobak /alat angkut
  7. Cangkul
  8. Gelas ukur (takaran pestisida)

II.    Cara kerja

  1. Melubangi kantong plastik (polibag) dengan alat pelubang (perforator) sebanyak 4 lubang
  2. Mengisi polibag dengan media tanam tanah gunung sampai penuh, selanjutnya ditatadan diatur membentuk barisan memanjang. Satu baris berisi 10 polibag diatur memenjang sesuai dengan panjang lokasi yang sudah dibersihkan dari gulma.
  3. Menyiram media tanam dengan air sampai cukup lembab
  4. Membuat lubang tanam dengan tugal yang terbuat dari kayu atau bambu
  5. Menyemprot media tanam dengan herbisida pratumbuh (ba Oksifluorfen 240 g/l) dengan takaran 0,5-1 ml/l secara merata.
  6. Mencabut semai batang bawah pada pesemaian secara hati-hati dan diupayakan agar tidak banyak akar yang rusak.
  7. Memilih semai yang normal dan berakar lurus, sedangkan semai yang tumbuhnya abnormal (generatif) serta semai yang perakarannya bengkok tidak digunakan.
  8. Mengelompokkan semai menjadi 2 bagian, yaitu semai yang berukuran besar dan kecil, kemudian sebagian akarnya dipotong sehingga tinggal ± 7-10 cm.
  9. Menyiapkan lumpur sawah dalam wadah ember / bak plastik dengan kepekatan tertentu kemudian ditambahkan hormon tumbuh  Atonik  ( 2 ml/l larutan ) dan tepung fungisida ( 2 gr/l larutan) kemudian diaduk sampai rata.
  10. Mencelupkan semai batang bawah yang telah dipotong sebagian akarnya ke dalam lumpur selama ± 1-2 menit sampai semua perakaran tertutup larutan lumpur.
  11. Menanam semai batang bawah pada media tumbuh yang telah disemprot herbisida sedemikian rupa sehingga perakaran tetap pada kondisi lurus. (Diutamakan benih berukuran besar terlebih dahulu baru yang berukuran kecil)
  12. Menyiram benih yang sudah ditanam sampai cukup lembab dan  merata
  13. Bila kondisi lingkungan cukup panas perlu diberi naungan

[cml_media_alt id='1337']Semai Benih Jeruk yang telah dicelup lumpur- balitjestro[/cml_media_alt]
Gambar.  Semai yang telah dicelup lumpur (a),  Semai benih dalam polibag -dianjurkan- (b), dan semai benih di bedengan -tidak dianjurkan-  (c)

 

III.    Pemeliharaan

  1. Menyiram semai setiap 2 hari dengan air sampai cukup lembab ( sesuai kondisi ).
  2. Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida terpilih setiap 1 minggu (tergantung serangan OPT).
  3. Membuka naungan pada umur 15 hari (bila menggunakan naungan)
  4. Memupuk semai batang bawah sejak umur 15 hari setelah tanam  dan diulangi setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk yang dilarutkan dalam air dengan takaran 15 gram ZA dan 10 gram NPK (15-15-15) dalam 1 liter air, dengan jatah ± 100-150 ml campuran pupuk per tanaman. Setiap selesai memupuk harus dibilas dengan air
  5. Memangkas/ membuang setiap tunas lateral yang tumbuh pada ketiak daun sedini mungkin dan disisakan satu tunas paling ujung.
  6. Mengelompokkan semai batang bawah yang pertumbuhannya lebih tinggi dan yang pertumbuhannya lebih rendah, dengan cara memindah semai yang pertumbuhnya lebih rendah dipisahkan dari kelompok yang lebih tinggi, sekaligus menata semai untuk memudahkan pelaksanaan okulasi.

[cml_media_alt id='1335']Semai Benih Jeruk Siap Pangkas - balitjestro[/cml_media_alt]
Gambar.  Semai sebelum dilakukan pemangkasan tunas samping (a),  Semai yang sudah dipangkas (b), dan semai benih siap okulasi (c)

IV. Ciri-ciri semai batang bawah siap okulasi
Semai batang bawah siap diokulasi dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Umur 2 – 3 bulan sejak pindah tanam
  2. Berbatang lurus dan berdiameter minimal 5 mm
  3. Sehat, pertumbuhannya  subur dan tidak menasmpakkan gejala terserang penyakit

CATATAN :
sebelum dan sesudah pelaksanaan okulasi sebaiknya tanaman tidak dipindah-pindahkan posisinya, karena pemindahan posisi tanaman yang sebagian perakarannya sudah menembus kantong plastik dan masuk ke dalam tanah dapat mempengaruhi keberhasilan okulasi

 

Oleh: Hadi Mulyanto
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan