Petugas dan Petani Siap Adopsi Teknologi Perbenihan Jeruk

Benih merupakan faktor penting untuk keberhasilan agribisnis jeruk. Benih yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan produksi jeruk yang tinggi dan berumur panjang.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat mengirimkan 6 orang petugas dan petani penangkar untuk magang di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (balitjestro). Kegiatan bertema “ Teknologi Perbenihan Jeruk Sehat” ini dilaksanakan pada 20-23 Maret 2017.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengadopsi inovasi teknologi perbenihan jeruk untuk dapat diaplikasikan di daerahnya. Sambas merupakan daerah asal dari Jeruk Siam Pontianak yang banyak beredar di pasar tradisional dan modern.

Pemagangan ini juga diikuti oleh 1 orang petani dari Kabupaten Magetan. Kabupaten Magetan merupakan sentra penghasil jeruk pamelo.

Materi dalam magang yaitu teknologi perbenihan, pengelolaan BF dan BPMT, pengendalian hama dan penyakit jeruk,dan top working. Hasil dai  kegiatan ini petugas dan penangkar dapat mempelajari ilmu yang didapat dengan sebaik-baiknya dan mengaplikasikannya sehingga benih yang dihasilkan sehat dan berumutu. (fjr)

Related Post