Petik Jeruk ala Staf Balitjestro

Petik Jeruk Sunggi-sunggian

Bukan berarti bekerja di Balitjestro dapat mengkonsumsi jeruk setiap hari atau petik jeruk sesukanya. Anda keliru jika beranggapan demikian. Meski pegawai Balitjestro, untuk mendapatkan jeruk sekilo pun kami harus merogoh kocek yang sama jumlahnya dengan para pengunjung.

Sekali setiap tahunnya Balitjestro mengundang masyarakat umum secara terbuka mencicipi jeruk nusantara melalui wisata petik. Anda tentu ingin ikut serta meski sekedar membayangkan —karena Anda berada jauh dari Balitjestro— betapa senangnya mencicipi jeruk petikan sendiri. Perasaan kami pun demikian, saat manajemen Balai memberi kesempatan kepada segenap karyawan/karyawati untuk petik jeruk di area visitor plot Kebun Percobaan Tlekung setelah apel senin pagi (7/8).

Seorang pegawai nyeletuk, “Seumur-umur bekerja di sini, baru kali ini diberi kesempatan untuk petik jeruk sendiri.” Memang baru kali ini pegawai secara leluasa diberi kesempatan dapat mengunduh sendiri jeruk yang diinginkan. Itupun terbatas di area dan jenis jeruk yang ditentukan. Karena jeruk di visitor juga harus segera diistirahatkan untuk persiapan pembuahan berikutnya.

Sangking antusiasnya untuk mendapatkan jeruk terbaik, tampak pegawai menaiki pohon untuk mencapai ujung batang tertinggi. Ada pula yang menggendong sesama karyawan sebagai pengganti tangga yang telah dipakai keryawan lain. Tak sedikit juga yang menggapai jeruk dengan sekenanya untuk memenuhi kresek hitam yang sengaja disediakan oleh pegawai bagian kebun. 1 pegawai diberi kesempatan untuk memetik sebanyak 1 kresek.

Meski bertahun-tahun bekerja di Balitjestro, tidak semua karyawan memiliki trik memilih jeruk dan cara panen yang benar. Namun seorang karyawati yang tengah hamil, puas dengan hasil petiknya berkomentar singkat, “Sangat enak.”. Ini petik jeruk ala staf Balitjestro, tidakkah Anda tertarik berkunjung ke kantor kami? [dyah/balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event