Petani Milenial Sukses Kembangkan Jeruk di Ngantang

 

Dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi, petani milenial Nanda dan Wahyudi berhasil mengembangkan jeruk di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Lahan jeruk yang dikelola seluas 30 ha dibagi 3 lokasi. Adapun yang telah berproduksi sekitar 10 ha. Tanaman yang belum berproduksi ditumpangsarikan dengan cabe, tomat, dan sayuran lainnya.

Dalam jaringan Jertanmus Integrated Farming System Indonesia (JIFSI) mereka mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama mengembangkan jeruk. Saat ini sudah banyak yang bergabung dalam usaha tersebut. Buah jeruk hasil produksi dipasarkan di beberapa Kota di Pulau Jawa.

Jertanmus merupakan akronim dari Jeruk Tanpa Musim dimana pembuahannya diatur sehingga panen dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun. Varietas jeruk yang dibudidayakan sebagian besar jenis Siam.

Dengan adanya panen diluar musim ini harga jualnya pun cukup tinggi sehingga berimbas pada naiknya keuntungan. Hal inilah yang memicu ketertarikan masyarakat sekitar untuk ikut mengembangkan jeruk dengan pola ini.  

Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Harwanto, M.Si, Senin (15/11) menyampaikan bahwa sebagai dukungan, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian   menghilirisasi benih jeruk bebas penyakit untuk ditanam.  Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian pada saat kunker di Balitjestro untuk  pengembangan kawasan  jeruk. Selain itu Balitbangtan siap memberikan pengawalan teknologi kepada petani dalam ke depannya. Selain itu telah dilaksanakan bimbingan teknis budidaya jeruk sehat kepada petani di wilayah tersebut untuk mendukung keberhasilan pengembangan kawasan jeruk.

“Badan Litbang Pertanian sendiri telah memiliki teknologi yang dikenal dengan Bujangseta (Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun). Dengan bujangseta ini masa panen jeruk dapat berjenjang sehingga tidak menumpuk di bulan-bulan tertentu saja. Selain itu buah yang dihasilkan dapat berkualitas dengan menerapkan 3 pola yaitu Pemupukan, Pemangkasan dan Pengendalian Hama dan Penyakit”, lanjutnya. Konsep dari bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off season) dan menghasilkan buah bermutu premium seragam, citarasa sesuai pasar, kulit buah mulus dengan harga memadai.