Petani Jeruk Tuban Belajar dari Masa Lalu Tatap Tegak Masa Depan

jeruk di Tuban Jawa TimurTanaman Jeruk di Tuban, tepatnya di Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan telah berumur 4 tahun. Tahun ini petani jeruk harusnya panen untuk kali ke-2, namun pada panen pertama mereka hanya gigit jari menyaksikan buah jeruknya berbondong-bondong dipanen orang lain dengan alasan ingin merasakan buah jeruk. Belajar dari pengalaman tahun lalu, sekarang ini kewaspadaan ditingkatkan dengan pemasangan pagar dan pengaturan petugas jaga kebun.

Sunarko - Petani Jeruk Tuban

Adalah Sunarko, Ketua Kelompok Tani di Desa Mulyorejo yang dengan penuh kesabaran memimpin petani yang lain untuk menyukseskan program pemerintah yaitu pengembangan kawasan hortikultura yang difasilitasi oleh Direktoral PLA, Dirjen Hortikultura, Dinas Pertanian Tuban dan Balitjestro Badan Litbang Pertanian dimana di wilayahnya ditanam 50 hektar jeruk keprok tejakula dan keprok madura. Sempat hampir putus asa karena lahan jeruk kelompok taninya tahun lalu selain tidak panen juga terbakar seluas 10 hektar, Sunarko mulai merajut asa dengan menyulam kembali tanaman jeruk yang rusak. Melihat pertumbuhannya yang baik, Sunarko optimis jeruk keprok yang ditanam mampu memberi keuntungan.

Bagi petani di Tuban, tanaman jeruk memang hal baru bagi mereka. Selama ini yang sering ditanam yaitu jagung dan kacang. Maka tidak mengherankan jika pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki tentang jeruk masih terbatas. Bahkan, beberapa blok tanaman jeruk dibiarkan begitu saja tanpa dipelihara dengan baik. Mereka memang belum merasakan manisnya keuntungan berkebun jeruk sebagaimana petani jeruk di Dau, Kabupaten Malang dan daerah lain. Maka tidak mengherankan jika investasi untuk perawatan masih terbatas, apalagi dengan ancaman tidak bisa panen karena ancaman pencurian.

Dengan keterbatasan tersebut, petani pun tidak tinggal diam. Mereka mau belajar. Sudah beberapa kali rombongan petani ke Balitjestro, khususnya ke Kebun Percobaan Punten untuk belajar penanganan tanaman jeruk dimulai dari perbenihan yang baik dan benar, belajar mengenai teknik budidaya dan pengendalian hama dan penyakit. Balitjestro di lokasi penanaman jeruk di Tuban juga melakukan pendampingan kawalan teknologi dan penelitian perbaikan mutu buah jeruk dengan membuat demo plot.

Dalam penelitian ini, petani khususnya pemilik kebun diajak langsung untuk praktek bagaimana melakukan pemeliharaan tanaman jeruk. Pendampingan dilakukan setiap bulan mulai Februari 2014 sampai panen berlangsung di bulan Agustus 2014. Setelah panen, petani diminta untuk memupuk tanaman jeruk sebagai persiapan untuk pembungaan dan pembuahan di tahun berikutnya.  [zh]

Tim Penelitian Perbaikan Mutu Buah Jeruk - Petani Jeruk Tuban

Tim Penelitian Perbaikan Mutu Buah Jeruk

Related Post

Tinggalkan Balasan