Petani Jeruk Tapanuli Utara dapat Pelatihan Mengatasi Hama Lalat

Tanaman jeruk merupakan salah satu komoditas terbaik yang dimiliki Tapanuli Utara. Namun dari 175 hektare (ha) potensi lahan yang ada, baru tergarap 85 ha.

Berangkat dari hal tersebut BPTP Balitbangtan Sumut, Balitjestro Malang, dan BPTPH Prov. Sumut melangsungkan kegiatan Temu Lapang dan Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Petugas dan Kelompok Tani Jeruk di Desa Lobu Hole, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Hadir dalam acara tersebut Sekdistan Taput (Ir. Yusuf), Pakar Jeruk Balitjestro (Ir. Otto Endarto.  M.Si), PJ. PKAH BPTP (Dr. Maryam), BPTPH Prov (Ir. Utema Silan), Camat Siatas (Corry. H), Koordinator Penyuluh, Kades, Kabid Prod. dan Babinsa.

Agenda pertemuan adalah pemaparan materi tentang lalat buah, penyerahan bantuan perangkap lalat buah, penyampaian keinginan petani kepada pemerintah setempat dan  praktek langsung tentang pemangkasan bentuk pohon jeruk serta pemasangan perangkap lalat buah yang dipandu langsung oleh ahli dari Balitjestro.

Hama lalat buah memang menjadi keluhan petani jeruk diwilayah ini.

Dari pertemuan ini Dinas Pertanian setempat akan memfasilitasi permintaan petani kepada Bupati untuk mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan pembersihan secara massal di kawasan jeruk tersebut.

Dinas juga akan membawa Anggota Dewan dan petugas serta petani berkunjung ke Balitjestro untuk pendalaman budidaya jeruk yang benar. Kawasan Lobuhole ini akan dijadikan kawasan Agro Wisata khusus tanaman horti sayur dan buah.

Dinas juga berencana mendatangkan bibit berlabel jeruk dari  Balitjestro yang ternyata kwalitasnya terjamin dan harganya jauh lebih murah.

Sementara camat setempat akan mendukung pelaksanaan gerakan kebersihan lahan secara massal di daerahnya khususnya lokasi pertanaman jeruk. (sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/intan/17/03/03/om8irp280-petani-jeruk-tapanuli-utara-dapat-pelatihan-mengatasi-hama-lalat)