Petani Batu dan Malang Untung Tanam Jeruk Keprok Batu 55

[cml_media_alt id='2093']Panen Jeruk Batu 55.jpg[/cml_media_alt]Bulan Mei-Juli adalah masa panen jeruk Keprok Batu 55. Jika kita mengelilingi daerah lokasi tanam yaitu di daerah Dusun Selokerto, Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang dan Kota Batu dapat dengan mudah kita jumpai hamparan Keprok Batu 55 menguning dan beberapa sudah dipanen. Harga yang kompetitif yaitu kisaran Rp 10.000,- sampai 15.000,- (bankan di tempat wisata seperti Selecta mencapai Rp 25.000,-) membuat petani tergiur menanamnya bahkan tidak sedikit yang mengganti varietas Manis Pacitan yang harganya Rp 3500,- dengan Keprok Batu 55 ini.

Lokasi tanam Keprok Batu 55 saat ini masih di sekitar Batu dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan luas sekitar 200 hektar. Jeruk ini memang menjadi andalan karena rasanya manis, sedikit masam dan segar dengan tingkat kemanisan 10-12o brix, bentuk buahnya bulat, ukuran sedang, warna kulit buah kuning oranye, warna daging buah oranye, dengan produktifitas 40-60 kg/pohon/tahun. Area pengembangan keprok batu 55 di dataran tinggi 700-1200 m dpl. Varietas ini dilepas tahun 2006.

Imfadhil, salah seorang petani di Dusun Selokerto Kabupaten Malang menanam Keprok Batu 55 pada lahan ¼ hektar pada 5 tahun lalu sebanyak 250 pohon dan tahun 2011 lalu bisa menjual 9 ton. Berarti produktifitas per pohon mencapai 36 kg/pohon. Dengan harga sekitar Rp 10.000,- diperoleh laba kotor Rp 90 juta. Tahun ini diperkirakan hasilnya lebih dari 10 ton karena sekarang sudah panen 6 ton sedangkan itu baru setengah dari buah jeruk yang ada.

Sedangkan Tadjum dengan 5,3 ton mampu mendapatkan pemasukan Rp 80 juta karena saat itu ia menjual pada harga terbaik yaitu Rp 15.000,-/kg. Tadjum mempunyai 90 pohon saja dengan produktifitas 59 kg/pohon pertahun. Keprok Batu 55 mempunyai siklus produktifitas tahunan. Jika tahun ini produksi melesat, tahun depan sedikit menurun dan tahun berikutnya melesat lagi.

Bagi petani tersebut, budidaya jeruk keprok batu 55 sangat menguntungkan. Apalagi pasar jeruk keprok di Indonesia terbuka lebar. Untuk menjaga kelangsungannya perlu strategi yang baik sejak pemilihan benih berkualitas bebas penyakit. Jika dari anda ada yang tertarik berwisata, melihat dan petik jeruk langsung jeruk dari tanamannya silahkan datang ke Balitjestro maupun kebun petani di Batu maupun di Dau Kabupaten Malang. (Hanif)

[cml_media_alt id='2094']gambar jeruk 4[/cml_media_alt]

Tinggalkan Balasan