Pesona Jeruk Tropis Indonesia

[cml_media_alt id='1831']211 Aksesi Jeruk Indonesia[/cml_media_alt]Jeruk (Citrus sp.) adalah tanaman yang berasal dari Asia dan dipercaya bahwa Cina sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh.  Jeruk yang dibudidayakan di Indonesia terdapat dua kelompok utama, yaitu Jeruk Keprok dan Jeruk Siem. Jeruk Siem cocok ditanam di dataran rendah sedangkan jeruk Keprok lebih sesuai ditanam di dataran tinggi dan pada saat dikupas cenderung memiliki rasa asam yang lebih banyak daripada jeruk Siem. Jeruk yang ditanam di dataran tinggi, umumnya berkulit tebal dan bila terdapat perbedaan suhu yang tajam akan memberi warna orange yang nyata.

Daerah sentra produksi jeruk di Indonesia tersebar di Provinsi Sumatera Utara (Karo, Tapanuli Selatan, dan Toba Samosir), Sumatera Barat (Agam dan 50 Kota), Jambi (Kerinci, Batanghari, dan Tanjab Barat), Bengkulu (Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara), Sumatera Selatan (OKU, Muara Enim, dan OKU Timur), Bangka Belitung (Bangka Tengah), Jawa Barat (Majalengka dan Garut), Jawa Tengah (Magelang, Cilacap, dan Wonosobo), Jawa Timur (Pacitan, Ponorogo, Malang, Jember, Banyuwangi, Pamekasan, Magetan, Sumenep, dan Kota Batu), Bali (Bangli dan Buleleng), NTT (TTS dan TTU),  Sulawesi Selatan (Selayar dan Bantaeng), Sulawesi Tenggara (Buton), Kalimantan Timur (Pasir, Berau, Bulungan, dan Nunukan), Kalimantan Barat (Sambas), dan Kalimantan Selatan (Banjar, Barito Kuala, dan Tapin).

Potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar untuk memproduksi varietas-varietas jeruk keprok/siam yang berwarna kuning/orange seperti Keprok SoE dari kabupaten TTS, Keprok Gayo dari Aceh, Jeruk Gunung Omeh dari Lima Puluh Kota, Jeruk Pulau Tengah dari Kerinci, Jeruk Freemont dari Bandung Barat, Keprok Batu 55 dari Kota Batu, Borneo Prima dari Kalimantan Timur, Jeruk Rimau Gerga Lebong. Kami meyakini apabila potensi tersebut dapat dikembangkan secara baik dengan dukungan semua pihak maka jeruk kita akan mampu bersaing untuk menekan jeruk impor. Dan sangat mungkin beberapa tahun ke depan jeruk-jeruk berwarna kuning dari sentra-sentra produksi akan mendominasi pasar-pasar jeruk lokal bahkan mampu bersaing di pasar global.

Kebijakan Direktorat Jenderal Hortikltura untuk menekan impor jeruk adalah  dengan pengembangan jeruk yang diprioritaskan pada varietas-varietas jeruk yang mempunyai warna kulit orange atau kuning. Sasaran pengembangan adalah sentra-sentra produksi dengan agroklimat yang cocok untuk pengembangan jeruk sesuai varietas yang akan dikembangkan. Harapan dari Direktorat Jenderal Hortikultura adalah Pemerintah Daerah ikut berpartisipasi dalam percepatan pengembangan Jeruk berwarna kuning/orange melalui dana APBD terutama daerah yang mempunyai agroklimat yang cocok untuk tanaman jeruk. Sebagai referensi syarat tumbuh dan perbanyakan untuk ketertarikan pengembangan jeruk berwarna kuning/orange adalah sebagai berikut.

Syarat Tumbuh

  • Iklim : Tipe B dan C
  • Curah Hujan : 1.500 mm/tahun
  • pH Tanah : 5 – 7,5
  • Ketinggian : 0 – 700 m dpl (Siem), 700 – 1.200 m dpl (Keprok)
  • Cahaya : 50 – 60 %
  • Tanah : Berstruktur remah dan gembur

Perbanyakan Tanaman

  • Generatif : Dengan biji
  • Vegetatif : Penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel

Adapun diantara pesona jeruk tropis Indonesia yang berwarna kuning/orange dapat dilihat pada file download pdf

Sumber : Ditjen Buah Hortikultura

Tinggalkan Balasan

Agenda
Tanggal Kegiatan
Rabu, 16 Oktober 2019 Kunjungan Industri – SMKN 1 Gondang Nganjuk
Rabu, 16 Oktober 2019 Studi Banding oleh Diperta Kab. Tulungagung
Jumat, 15 November 2019 SMA IT Al- Hikmah