Pertumbuhan dan Insidensi Hama Penyakit Beberapa Varietas Jeruk dari Bibit Bebas CVPD

(Growth and Incidence of Pest and disease on Several Citrus Varieties)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007, Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 400-407

Prajitno Al Karep Suprajitno dan Arlyna Budi Pustika
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta

Abstrak
Jeruk merupakan tanaman buah bernilai ekonomi tinggi yang mulai dibudidayakan sejak 6 tahun yang lalu oleh seorang petani di Desa Garongan Kecamatan Panjatan, kemudian sejak 2 tahun terakhir mulai banyak dibudidayakan oleh beberapa petani di kawasan pantai Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta, terutama di Kecamatan Panjatan dan Galur dengan luas pengembangan kurang lebih 30 hektar. Selama 2 tahun terakhir ini pula BPTP  Yogyakarta melakukan pengkajian tanaman jeruk di daerah tersebut dengan mengintroduksikan dua varietas keprok (Citrus nobilis), yaitu keprok Madura dan keprok Tejakula. Tulisan ini menginformasikan keragaan tanaman jeruk hasil kajian BPTP Yogyakarta, meliputi pula insidensi hama penyakitnya. Sampai dengan tanaman berumur 10 bulan setelah tanam, rerata pertambahan tinggi tanaman jeruk keprok Tejakula keprok Madura dan Siam berturut-turut adalah 9,34 cm; 30,41 cm dan 24,9 cm. Adapun rerata lebar kanopi keprok Tejakula, Madura dan Siam adalah 79,6 cm; 74,1 cm dan 52,8 cm. Hama yang dominan adalah penggerek daun. Hama lain yang ditemukan adalah Papilio memnon, Toxoptera, dan Diaphorina citri yang hanya ditemukan pada keprok Tejakula. Penyakit yang dominan adalah greasy spot pada keprok Madura dan Siam, sedangkan pada keprok Tejakula adalah gejala vein banding.
Kata kunci : Citrus Sp, varietas, bibit bebas CVPD, pertumbuhan, insidensi hama dan penyakit.

Abstract
Citrus cultivation had been initiated by a farmer in Garongan Village, Panjatan District, Kulonprogo Regency since 6 years ago. Within these 2 years, the citrus orchard has been developed up to 30 ha by several farmers in Panjatan and Galur District. This paper informs the penology and the pest and disease incidence of 10 months age (after planting) of citrus tree at Yogyakarta BPTP assessment location. Average of trees height development was 9,34 cm, 30,41 cm and 24,9 cm, while average of canopy for Tejakula keprok, Madura keprok, and Siam was 79,6 cm; 74,1 cm and 52,8 cm, respectively. The dominant pest was leaf miner, whilst Papilio memnon and Toxoptera were found as minor pest. Diaphorina citri was found only on Tejakula keprok. Greasy spot were found as dominant disease on Madura keprok and Siam, meanwhile vein-banding symptom was found many on Tejakula keprok.
Keywords : Citrus Sp, variety, CVPD free seed, growth, pest and diseases incidence.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event