Perkembangan Penelitian CVPD di Universitas Gadjah Mada

(Growth Of Cvpd Research At Gadjah Mada University)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 53-59

Siti Subandiyah1, Toru Iwanami2 dan Andrew Beattie3
1Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan Fak. Pertanian UGM
2National Institute For Fruit Tree Science (NIFTS), Tsukuba, Japan
3Center For Horticultural Sciences, University Of Western Sydney (UWS), Australia

Abstrak
CVPD atau Huanglongbing (HLB) disebabkan oleh candidatus Liberibacter asiaticus yang merupakan bakteri gram negative penginfeksi floem dan hanya bisa dikarakterisasi melalui teknik molekuler. Gejala luar meliputi berbagai penampilan daun dari gejala belang (blotching atau mottle), klorosis dengan belang hijau (’tiger stripping’) sampai klorosis merata. Ukuran dan bentuk daun bervariasi dari yang berukuran normal tetapi dengan gejala belang sampai ukuran daun yang semakin mengecil, laminar tidak semetris dan kaku. Kandungan unsur Fe dan Zn daun tanaman sakit CVPD lebih rendah dibandingkan yang ada di tanaman sehat. Pembuatan antibodi poliklonal maupun monoklonal untuk deteksi CVPD pernah dilakukan tetapi terbukti tidak mampu memberikan deteksi yang memuaskan. Tkenik PCR dan sekuensing hasil PCR telah berhasil mengkarakterisasi isolat CVPD dari Indonesia dan Jepang, dan berdasarkan sekuen DNA gene phage. DNA polymerase-like, infeksi CVPD di Indonesia sedikitnya disebabkan oleh dua strain. Penggunaan bibit jeruk bebas penyakit sangat disarankan untuk pencegahan CVPD. Pengendalian dengan intercropping menggunakan jambu biji sebagai tanaman sela dan tanaman kayu putih sebagai tanaman pelindung (’wind break’) dapat melindungi tanaman jeruk dari investasi D. citri ke dalam kebun

Kata kunci : CVPD, HLB, PCR, candidatus Liberibacter asiaticus, diagnosis, interaksi patogen dan tanaman inang, pengendalian.

 

Abstract
CVPD or Huanglongbing (HLB) is caused by candidates Liberibacter asiaticus which is a bacteria gram negative that infects phloem and can only be characterized through molecular technique. Outside symptom appear on leaves including blotching/mottle, clorosis with tiger stripping to evenly distributed on leaves. Leaf size varies from normal to small size with blotching, asymmetric and firm shape. Fe and Zn concentration of sick plant are lower than those of health one. Either polyclonal or monoclonal antibodies have been produced to detect CVPD but they gave unsatisfied results. PCR technique and sequencing of PCR results success to characterize CVPD isolate from Indonesia and Japan, and based on DNA sequence gene phage. DNA polymerase-like CVPD infection in Indonesia at least caused by two strains. Using free disease citrus plants on orchard is highly recommended to prevent CVPD. Control with intercropping system with guava and eucalyptus as a windbreaker could protect citrus plant from D. citri in orchard.

Keywords : CVPD, HLB, PCR, candidatus Liberibacter asiaticus, diagnosis, pathogen and host plant interaction, control.

 

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event