Perencanaan Investasi Kebun Jeruk di Dataran Tinggi

[cml_media_alt id='124']kebun jeruk sutopo[/cml_media_alt]

Dataran tinggi Nusantara merupakan tempat investasi jeruk yang menjanjikan. Pasalnya, lokasi ini bukan hanya dapat menghasilkan buah jeruk “premium” tetapi juga lebih aman dari ancaman serangan Huang Lung Bing (CVPD). Investasi kebun jeruk bersifat jangka menengah – panjang sehingga untuk mencapai keuntungan maksimal perlu perencanaan yang matang

Banyak orang yang memiliki modal, namun sulit mencari peluang usaha yang cocok dan menguntungkan atau sebaliknya.  Kebun jeruk termasuk salah satu alternatif pilihan usaha prospektif di sektor pertanian.  Selain memberikan keuntungan besar, peluang pasar buah jeruk premium sangat menjajikan karena trend masyarakat mengurangi konsumsi karbohidrat dan mengalihkan ke buah yang beratribut makanan kesehatan seperti jeruk semakin tinggi.  Dalam Investasi di kebun jeruk,  perencanaan matang terutama tentang pemilihan jenis/varietas dan lokasi kebun menjadi kunci awal yang menentukan hasil investasi. Tanpa perencanaan yang matang, proses-proses penting dalam pengelolaan kebun akan sulit dikendalikan dan menyebabkan inefisiensi bahkan bisa menjadi leabilitas yang menguras banyak uang.  Investor/pengebun yang tidak memiliki perencanaan sama hal dengan merencanakan sebuah kegagalan usahanya sejak awal.

Pemilihan Jenis Jeruk

Secara umum jeruk komersial yang cocok di dataran tinggi Indonesa ada 3 jenis yaitu jeruk keprok (Citrus reticulata), jeruk manis atau peras (Citrus sinensis) dan sebagian kecil pamelo (Citrus grandis/maxima).  Masing-masing jenis tersebut memiliki beberapa varietas yang telah dibudidayakan (kultivar) dengan potensi yang berbeda (Tabel 1).  Suatu varietas bisa dibedakan dengan varietas yang lain berdasarkan pada morfologi pohon dan karakter buah yang meliputi ukuran, bentuk, kandungan nutrisi, jumlah biji, tebal kulit, dan sebagainya.

 

Species

Varietas

Citrus reticulata  Keprok Batu 55, Keprok Garut, Keprok Gayo, Keprok Tawangmangu, Keprok Soe, Keprok Terigas, Keprok Pulung, keprok JRM, keprok Rimau Gerga Lebong (RGL), keprok Gerabag, Siam, dan lain-lain.
Citrus sinensis  Manis Punten, Manis Pacitan, Valencia, Grovery, dan lain-lain.
Citrus grandis/maxima Pamelo Bageng

 

Selain alasan kesukaan pribadi, pemilihan jenis/varietas perlu mempertimbangkan banyak aspek antara lain nilai ekonomi (keuntungan), teknis (ketersediaan/kesesuaian lahan, dan teknologi), permintaan pasar dan prospek ke depan. Sebagai contoh : saat ini, jeruk keprok termasuk siam yang dikonsumsi sebagai buah segar memiliki nilai ekonomi tinggi dan paling banyak dibutuhkan.  Pada masa mendatang, kebutuhan jenis jeruk yang lain (selain keprok) akan meningkat dan mungkin lebih menguntungkan  karena industri pengolahan buah maupun biofarmaka  terus berkembang.

 

Pemilihan Lokasi Kebun

Ketika jenis/varietas telah ditetapkan, pemilihan lokasi kebun adalah kunci penting yang akan menentukan keberhasilan atau kegagalan investasi.  Keuntungan maksimal hanya bisa dicapai ketika budidaya dilakukan di lingkungan yang optimal.    Faktor lingkungan yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi kebun meliputi iklim,  kesuburan tanah, ketersediaan tenaga kerja serta sarana dan prasarana fisik.

Pertimbangan iklim

Rata-rata cuaca di suatu wilayah yang luas dalam jangka waktu yang lama (30 – 100 tahun) atau disebut iklim merupakan pertimbangan penting dalam memilih lokasi kebun.   Selain sulit dikendalikan, unsur pembentuk iklim seperti cahaya matahari, suhu udara/elevasi, dan curah hujan akan mempengaruhi berbagai proses fisiologi, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta hasil dan mutu buah jeruk yang dikebunkan.

Tanaman jeruk membutuhkan paparan cahaya matahari yang cukup, lebih dari 8 jam/hari sehingga sebaiknya dipilih lahan-lahan yang menghadap arah datangnya sinar matahari.  Lingkungan yang sering berawan (kabut) atau ternaungi berat menyebabkan laju pertumbuhan tanaman lambat, percabangannya lemah, malas berbunga/berbuah, hasil buah sedikit dengan mutu kurang baik, serta gangguan serangan penyakit lebih berat.

Suhu dingin di dataran tinggi dapat memicu pembentukan pigmen karotenoid (zat pembawa warna merah, kuning, dan jingga). Jika fase pematangan buah bersamaan dengan periode dingin (13 – 17oC) dan akhir pematangan buah diikuti kondisi kering (kemarau) maka mutu buah yang dihasilkan akan memiliki mutu yang sangat baik.  Di Indonesia, fenomena ini sering dijumpai pada sentra jeruk di daerah Soe (NTT), Batu (Jatim), dan Medan (Sumut).

Curah hujan yang optimum untuk kebun jeruk berkisar 1.500 – 2.500 mm/th dengan penyebaran hujan selama 8 – 9 bulan. Adanya periode kering (curah hujan < 60 mm) yang cukup, 3 sampai 5 bulan terus menerus sangat penting untuk pembungaan jeruk di daerah tropika.  Biasanya tanaman berbunga optimal jika setelah panen mengalami stres air moderat (menengah) dan terus-menerus sekitar 2 bulan.  Stres air berkepanjangan meskipun mampu menghasilkan buah lebih banyak tetapi bisa mengganggu/membahayakan kesehatan tanaman.  Sebaliknya periode kering yang terlalu singkat akan menghasilkan jumlah bunga yang sedikit dan potensi serangan penyakit lebih berat.

Pertimbangan kesuburan tanah

Sejauh mana pohon jeruk akan tumbuh, berkembang dan bertahan hidup sangat dipengaruhi oleh karakter fisika tanah.  Fisika tanah terbaik untuk jeruk yaitu tekstur lempung berpasir (sandy loams) hingga lempung liat berpasir (sandy clay loams, lapisan tanah dalam dan seragam, kedalaman efektif > 75 cm, drainase baik, kedalaman muka air tanah sekitar 100 cm, dan kandungan bahan kasar (batuan) sedikit (< 15%).   Tanah-tanah dangkal dan drainase jelek harus dihindari karena bisa menyebabkan kematian tanaman yang sering terjadi saat memasuki usia produktif (umur ± 4 tahun),  Celakanya, masalah tersebut seringkali dipahami secara keliru oleh petani karena dianggap sebagai serangan penyakit CVPD.

Sedangkan karakter kimia tanah yang ideal meliputi pH tanah 5,5 – 6,5, kapasitas tukar kation > 25 me/100 g, kejenuhan basa > 50%, salinitas kurang dari 2 mmhos/cm, dan kandungan karbon organik pada tanah mineral sekitar 3 – 5%.

Pertimbangan tenaga kerja serta sarana/prasarana fisik

Pemilihan lokasi untuk kebun berskala menengah ke atas harus mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja dan sarana/prasarana fisik penunjang.  Sebaiknya tenaga kerja baik jumlah maupun spesifikasinya dapat terpenuhi dari lokasi sekitar kebun dengan standar upah yang wajar.  Kekurangan tenaga kerja akan mengganggu proses produksi sehingga

Lokasi yang akan dipilih sebaiknya juga memiliki sarana/prasarana penunjang produksi seperti sumber air irigasi, transportasi, komunikasi, penerangan,  dan dekat dengan lokasi pemasaran.  Ketersediaan sumber air sangat penting di lokasi yang memiliki periode kemarau panjang atau penyebaran curah hujan kurang dari 9 bulan.

Sarana transportasi yang memadai dan ketersediaan sarana/prasarana fisik penunjang penting dipertimbangkan karena sifat dan karakteristik buah jeruk yang relatif tidak tahan lama dan membutuhkan ruang yang besar (voluminous) perlu penanganan dan pengangkutan yang cepat menuju ke lokasi konsumen.

Pertimbangan lainnya ialah lokasi pemasaran. Sebaiknya lokasi produksi dekat dengan lokasi pemasaran, terutama untuk komoditas-komoditas yang tidak tahan lama, seperti produk hortikulutra. Walupun demikian, pada era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, jarak antara lokasi produksi dan lokasi pasar tidak menjadi prioritas dengan teknologi daya tahan produk dapat diperpanjang dan jarak relative dapat diperpendek dengan alat-alat pengangkutan yang cepat.
Selanjutnya, insentif wilayah juga merupakan faktor pertimbangan dalam menetapkan keputusan lokasi produksi. Insentif wilayah sangat terkait dengan kebijakan pemerintah daerah yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan operasi produksi tersebut. Kebijakan pajak, kebijakan dan peraturan tenaga kerja, kebijakan investasi, budaya pelayanan publik, dan efktivitas pelayanan public (debirokrasi), dan lain-lain merupakan insentif wilayah yang memiliki daya tarik bagi investor untuk berusaha di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event