Percepat Transfer Inovasi Teknologi Melalui Kursus Gratis

ZHF_0415-001

Inovasi Teknologi yang telah dihasilkan oleh Balitbangtan belum sepenuhnya diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kursus Inovasi Teknologi sebagai salah satu agenda pada kegiatan BITE 2016 merupakan upaya mempercepat penyampaian inovasi teknologi tersebut. Kursus terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Sebanyak 8 judul kursus telah disiapkan oleh panitia BITE 2016 yaitu Teknologi Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit, Teknik Identifikasi Varietas Jeruk, Teknik Identifikasi CVPD dan Defisiensi Unsur Hara, Teknologi Tabulampot, Pengolahan Manisan Kurmelo (Kulit Jeruk Pamelo), Teknologi Stekbung Anggur dan Perbanyakan Lengkeng, Teknik Pembungaan Lengkeng dan Teknologi Budidaya Stroberi Tanpa Tanah.

Tidak kurang dari 802 peserta hadir di Balitjestro pada tanggal 4 hingga 6 Agustus 2016 yang lalu.  Sebagian besar merupakan peserta perorangan dan berasal dari berbagai profesi, diantaranya adalah petani, mahasiswa, pelajar, guru, dosen, pegawai swasta, PNS, pengusaha, penangkar, konsultan, peneliti, Litkayasa, pengamat OPT, Penyuluh hingga ibu rumah tangga. Beberapa perguruan tinggi, sekolah dan instansi juga mengirimkan utusannya. Peserta berasal dari 46 kota/kabupaten yang tersebar dari 17 provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Papua Barat.

ZHF_0420-001

Antusiasme peserta sangat terlihat dari respon peserta dalam mengikuti materi yang disampaikan oleh Peneliti dan Teknisi Balitjestro, baik berupa teori maupun peragaan. Tidak semua pertanyaan dari peserta bisa ditampung pada sesi diskusi karena terbatasnya waktu yang tersedia. Pada kursus Identifikasi CVPD dan Identifikasi Varietas Jeruk juga disiapkan materi untuk praktikum, dengan harapan peserta bisa banyak menyerap materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang aktif, panitia menyediakan berbagai dorprize berupa benih, buah jeruk, peralatan pertanian, maupun buku panduan teknis.

Hasil Inovasi Teknologi yang telah disampaikan melalui Kursus Inovasi Teknologi diharapkan dapat ditularkan oleh peserta kepada pengguna di daerah masing-masing, sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat umum terutama petani Jeruk dan Buah Subtropika di seluruh wilayah Indonesia. (UNT)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event