Perbanyakan Tanaman Lengkeng dengan Biji

Perbanyakan tanaman lengkeng dapat dengan cara vegetatif dan generatif. Perbanyakan vegetatif contohnya adalah stek dan cangkok, sedangkan generatif adalah dengan biji. Perbanyakan generatif ini bertujuan untuk menyiapkan batang bawah bukan untuk ditanam langsung karena perbanyakan dengan cara ini mempunyai segregasi (penyimpangan sifat dengan induk) yang tinggi. Tata cara  perbanyakan secara generatif (biji) harus diketahui terlebih dahulu agar tidak terjadi kegagalan, adapun tata caranya adalah sebagai berikut :

Persiapan media dan tempat persemaian

Sebelum biji lengkeng disemai harus disiapkan media terlebih dahulu. Media yang bisa digunakan adalah tanah topsoil pegunungan yang bertekstur pasir atau biasa disebut dengan pasir ladekan, atau juga bisa menggunakan media tanah dicampur pasir dan pupuk organik. Media yang dipilih yang mudah didapat disekitar kita. Setelah media sudah tersedia kemudian dimasukkan ke tempat persemaian. Tempat yang digunakan adalah bak persemaian atau bisa langsung di polybag.

[cml_media_alt id='1520']Bak persemaian yang sudah terisi pasir ladekan[/cml_media_alt]
Gambar 1. Bak persemaian yang sudah terisi pasir ladekan
Persiapan Biji

Biji yang digunakan berasal dari buah yang sudah masak dan bukan dari hasil penyimpanan di almari pendingin. Setelah buah dikupas kemudian diambil bijinya dan dibersihkan dengan air. Biji lengkeng termasuk rekalsitran sehingga tidak bisa sisimpan terlalu lama dan harus segera ditanam. Biji yang sudah bersih dikeringanginkan dan dikelompokkan berdasarkan keseragaman biji. Setelah kering angin kemudian disterilkan menggunakan larutan klorox 5 % selama 10-15 menit, hal ini bertujuan agar biji yang akan ditanam tidak terkontaminasi bakteri atau jamur.

Persemaian

Biji yang sudah steril siap ditanam di bak persemaian. Sebelum tanam, tanah ladekan dalam bak dilubangi tegak lurus dengan kedalaman 2-3 cm dan jarak tanam antar biji 2-3 cm. Kemudian biji dimasukkan kedalam lubang dan ditutupi dengan tanah. Setelah itu bak persemaian dinaungi menggunakan plastik agar udara lebih lembab sehingga biji lebih cepat berkecambah.

[cml_media_alt id='1521']Gambar 2. Biji yang sudah disemaikan[/cml_media_alt]
Gambar 2. Biji yang sudah disemaikan

Dikarenakan biji lengkeng termasuk rekalsitran sehingga tidak memiliki masa dorman sehingga biji lengkeng yang sudah disemai akan segera tumbuh, berdasarkan pengamatan 5-7 hari setelah tanam biji sudah berkecambah.

[cml_media_alt id='1522']Gambar 3. Biji lengkeng yang mulai berkecambah[/cml_media_alt]
Gambar 3. Biji lengkeng yang mulai berkecambah
Transplanting

Biji yang sudah tumbuh di bak persemaian selama tiga sampai empat bulan siap dipindahkan ke polybag. Cara transplanting adalah dengan mencabut benih kemudian akarnya di rendam dalam lumpur selama 15 menit. Perendaman dalam lumpur berfungsi agar benih tidak stres di polybag baru dan akar tanaman terfiksasi oleh bakteri yang bermanfaat bagi perakaran yang bersumber dari lumpur. Pemeliharaan selama dipolybag adalah pemupukan 2 minggu sekali berselang-seling antara urea dan NPK dengan dosis 2 gr/liter, pengendalian gulma secara mekanis, dan pengendalian hama ketika terserang dengan penyemprotan insektisida.

 

Oleh: Buyung Al Fanshuri
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan