Perbanyakan Jeruk JC Dan RL Melalui Kultur In Vitro

(In Vitro Propagation of Japansche Citroen (JC) and Rough Lemon (RL) Rootstock)

Nirmala F. Devy, D. Agisimanto, A. Supriyanto, dan Hardiyanto
Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik

 

ABSTRAK
Secara umum, batang-bawah jeruk yang digunakan secara luas di Indonesia adalah JC dan RL. Dengan semakin terbatasnya petani yang mengusahakan pertanaman jeruk batang-bawah, maka perbanyakan secara in vitro merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk menghasilkan batang-bawah secara masal. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2003 sampai dengan bulan Juni 2004 di Lab. Kultur Jaringan Lolit Jeruk Tlekung, Malang. Eksplant yang digunakan berasal dari shoot semai biji berumur 4-6 minggu yang ditumbuhkan secara in vitro dan shoot yang berasal dari lapang. Media yang digunakan pada persemaian biji dan inisiasi shoot in vitro adalah media MS yang dipadatkan dengan agar 0.7%, sedang media proliferasi dan pengakaran masing-masing adalah MS + 1 ppm BA + 0.5 ppm IBA + 40 ppm ADE dan MS + 1 ppm NAA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari JC dan RL sebagai batang-bawah jeruk untuk diperbanyak melalui teknologi kultur jaringan in vitro, dengan menggunakan tunas pucuk sebagai bahan eksplannya. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa setiap biji JC dan RL menghasilkan semaian rata-rata adalah 2.8 dan 2.4 tanaman. Rata-rata saat tumbuh tunas yang dikulturkan pada media inisiasi in vitro pada varietas JC dan RL masing-masing adalah 3.6 dan 5 minggu setelah tanam dan jumlah tunas/eksplant yang tumbuh masing-masing adalah 1.92 dan 1.1. Dari setiap eksplant baik yang berupa shoot yang berasal dari semaian in vitro maupun tanaman dewasa mempunyai kemampuan untuk berproliferasi dalam waktu 4 minggu, dimana proliferasi I, II, dan III masing-masing menghasilkan 2.2, 2.5, dan 2.6 tanaman/eksplan untuk varietas JC sedangkan pada varietas RL adalah 1.4, 2.1, dan 2.4 Sedangkan rata-rata saat tumbuh akar, persentase eksplant berakar, dan jumlah akar/eksplant untuk varietas JC adalah 31.78, 67%, dan 5.22 sedangkan untuk varietas RL adalah 78.87, 19.32%, dan 2.15
Kata kunci: Japansche Citroen, Rough Lemon, in vitro, MS, eksplant

ABSTRACT
Generally the widely used rootstock citrus in Indonesia are JC and RL. However, the farmers who cultivate both of them are restricted so that the in vitro propagation is an alternative way for getting these rootstock massively. The propagation of JC and RL via in vitro culture experiment was conducted on February 2003 to June 2004 at tissue culture laboratory, Lolitjeruk, Batu. The sources of explant were shoots that came out both from 6-week-old seedling in vitro and field shoot. Both seedling and shoot initiation media was MS+7% Bacto agar, while propagation media was MS + 1 ppm BA + 0.5 ppm IBA + 40 ppm ADE and MS + 1 ppm NAA for rooting one. The objective of this research was to determine the feasibility of using shoots as its explant on tissue culture techniques for propagation of citrus rootstocks  widely used in Indonesia The results showed that 2.8 and 2.4 seedlings/seed enabled to grow from JC and RL cultivars, respectively. The shoots grown from JC and RL explant in initiation media average took time 3.6 and 5 weeks after culture with total shoots/explant were 1.92 and 1.1. Each explant came from both seedling and field shoot had capability to proliferate every 4 weeks. From 1st, 2nd, and 3rd JC proliferation, it could grow 2.2,2.5, and 2.6 plantlets/explant; while on RL cultivar were 1.4, 2.1, and 2.4, respectively. The average rooting time of plantlet, percentage number of rooted plantlet, and total roots/plantlet were 31.78, 67%, and 5.22 also 78.87, 19.32%, and 2.15 for JC and RL, respectively.
Key words: Japansche Citroen, Rough Lemon, in vitro, MS, explant, plantlet

 

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event