Perbanyakan Cepat Jeruk Keprok Tawangmangu Secara In Vitro untuk Mendukung Pengembangan Agribisnis Jeruk di Indonesia

(In Vitro Multiplication of Citrus Mandarin cv. Tawangmangu to Support Citrus Agribusiness Development in Indonesia)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 209-218

Samanhudi
Jurusan/Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian UNS

Abstrak
Jeruk keprok Tawangmangu merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dulu sangat terkenal dan menjadi primadona unggulan Kabupaten Karanganyar. Namun demikian karena terbatasnya pengetahuan petani dalam bercocok tanam jeruk, semakin menyempitnya lahan pertanian serta serangan penyakit CVPD beberapa tahun yang lalu, menyebabkan populasi jeruk keprok Tawangmangu kini semakin sulit ditemukan. Sebagai upaya penyelamatan plasma nutfah jeruk keprok Tawangmangu yang hampir punah ini, maka perlu penyediaan benih tanaman secara cepat dalam jumlah besar dengan sifat yang sama seperti induknya dan sehat. Kondisi inilah yang mendorong dilakukannya penelitian penyelamatan plasma nutfah jeruk keprok Tawangmangu melalui perbanyakan cepat secara in vitro ini. Penelitian ini dilakukan di Lab Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi Fakultas Pertanian UNS, mulai bulan Nopember 2006 sampai dengan April 2007. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendapatkan paket teknologi in vitro yang tepat untuk perbanyakan tanaman jeruk keprok Tawangmangu. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi BAP dan NAA yang tepat untuk multiplikasi in vitro jeruk keprok Tawangmangu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BAP dan NAA masing-masing dengan konsentrasi 2 ppm memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan jeruk keprok Tawangmangu.
Kata kunci : Jeruk keprok Tawangmangu, multiplikasi, in vitro, BAP, NAA.

Abstract
The Mandarin Citrus c.v Tawangmangu was one of horticulture commodities that was popular formerly and become prime fruit in Karanganyar. Nevertheless due to the limited knowledge of farmers on cultivation, limited growing area, and the CVPD attack in several years ago, resulted in the diminishing population of this cultivar. As an effort to save the germplasm of the cultivar, it is necessary to carry out a research on rapid and was production of seedlings that have similar characteristics with the parent. The rapid and nun production of citrus mandarin cv. Tawangmangu cultivar was conducted through in vitro cultures. The research was conducted in the Plant Physiology and Biotechnology Laboratory of Agriculture of Faculty Sebelas Maret University, from November 2006 to April 2007. The general aim of the research was to obtain a precise in vitro technology for Citrus c.v Tawangmangu multiplication. Whereas the specific aim was to determine an exact concentration of BAP and NAA. The result indicated that the addition of 2 ppm BAP and 2 ppm NAA in the medium showed the best growth and development of Citrus c.v Tawangmangu explant.
Keywords : Citrus mandarin c.v Tawangmangu, multiplication, in vitro, BAP, NAA.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event