Perbanyakan 13 Jenis Batang Bawah Serta 5 Jenis Jeruk Asal Pasang Surut Secara In Vitro

(In Vitro Multiplication of 13 Types of Rootstock and 5 Types of Citrus from Tidal Swam Land)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 168-180

Nirmala F. Devy dan Jati
Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak
Batang bawah sangat menentukan pertumbuhan dari batang atas suatu tanaman jeruk, karena bagian tersebut mempunyai kemampuan dalam mengeksploitasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, yaitu kekeringan, kelebihan air, dan ketahanan terhadap hama atau penyakit tertentu. Pada lahan pasang surut, dibutuhkan batang bawah jeruk yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang relatif mempunyai tinggi air tersedia sangat dangkal yaitu yang mempunyai akar menyebar pada bagian pangkal batang. Perbanyakan in vitro diharapkan menjadi salah satu metode untuk mendapatkan sistem perakaran tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2003 s/d Desember 2004 di Laboratorium Kultur Jaringan Balitjestro. Penelitian ini menggunakan 13 jenis batang bawah dan 5 jenis jeruk asal pasang surut. Dari penelitian perbanyakan batang bawah jeruk secara in vitro dengan menggunakan tunas pucuk sebagai bahan eksplan, dapat disimpulkan bahwa Flying Dragon, Volkameriana, Emperor Mandarin, RL, dan JC merupakan kelompok batang bawah yang cepat bertunas, yaitu antara 2-5 minggu setelah kultur, sedangkan Cleopatra Mandarin adalah jenis yang paling lama untuk bertunas, yaitu mencapai 20 minggu dengan jumlah tunas 1-2 per eksplan pada kelompok trifoliate, yaitu Citrumello 4475, Troyer Citrange, dan Poncirus Trifoliata mampu bertunas antara 3-4 per eksplant berbeda sangat nyata (lebih tinggi) dibandingkan dengan jenis lainnya. Sedangkan pada 5 jenis jeruk asal pasang surut, yaitu Limau Kuit, Siem Banjar, dan Jeruk Asam hanya mampu bertunas 5 – 10% dari jumlah total eksplan ditanam, dan pada Jeruk Nipis dapat mencapai mencapai 55.5%. Tunas-tunas baru yang tumbuh dari eksplan, akan berproliferasi antara 1-7 minggu setelah tanam. Jenis Citrumello 4475, Cleopatra Mandarin, Poncirus Trifoliata, Emperor Mandarin, Carrizo Citrange dan Flying Dragon mampu berproliferasi pada kisaran waktu antara 1-2 minggu setelah kultur. Sedangkan jenis JC, Jeruk asam, Nipis, Sambal dan Purut berproliferasinya berkisar ± 7 minggu. Pada media perakaran, hanya 5 dari 15 jenis tanaman jeruk dapat berakar antara 20 – 70 hari setelah kultur. Batang bawah RL baru dapat berakar setelah 60 hari setelah kultur berbeda nyata dengan jenis Nipis, JC dan Kasturi, yang berakar pada 23-30 hari setelah perlakuan, dengan persentase yang berakar hanya 19% dan rata-rata jumlah akar/eksplan 2 buah.
Kata kunci : Jeruk, batang bawah, pasang surut, in vitro.

Abstract
Root stock determines the scion growth, because it has ability to exploit the stress conditions: such as drought, excessive water, and pest diseases attack. In tidal swamp areas, it is necessary to use the root stock which has adaptability to very shallow available water, characterized by spread root system in the trunk base. In vitro propagation is an expected method to obtain the type of the root system. The research was conducted in January 2003 to December 2004 in the tissue culture laboratory of Balitjestro. Thirteen rootstock varieties and five tidal swamp varieties were used. The result showed that Flying Dragon, Volkameriana, Emperor Mandarin, RL, and JC are the earlier group in shoot initiation (2-5 weeks after planting) while Cleopatra Mandarin was the latest one (20 weeks after planting). In trifoliate group, Citrumello 4475, Troyer Citrange, and Poncirus Trifoliata showed significant difference with other varieties in the number of shoot formed. The tidal swamp varieties: Limau Kuit, Siem Banjar, and Jeruk Asam could only formed shoot 5-10% of the total explants, and Jeruk Nipis has 55.5% that formed shoot of the total explants. The new shoot initiated from the explants would proliferate in 1-7 weeks after planting. Citrumello 4475, Cleopatra Mandarin, Poncirus Trifoliata, Emperor Mandarin, Carrizo Citrange and Flying Dragon were proliferated in 1-2 weeks after planting, while JC, Jeruk asam, Nipis, Sambal dan Purut were proliferated in 7 weeks. In rooting medium, only 5 of 15 varieties could form root, appeared 20-70 days after cultured. The RL formed root in 60 days, significantly different with Nipis, JC and Kasturi, that formed root in 23-30 days after treatment with 19% rooted plantlets and on the average 2 root/explant.
Keywords : Citrus, root stock, tidal swam land, in vitro.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event