Peran Perbenihan Balitjestro se-Indonesia

Hari ini saya minta tahun depan Balitjestro Indonesia memproduksi 1 juta bibit jeruk unggul yang diikembangkan secara kawasan, dan Kita inginkan restoran di negara lain menggunakan jeruk dari Indonesia,” sebut Menteri Pertanian, Syahrul Yasun Limpo (SYL). Selanjutnya Mentan menambahkan ingin menjadikan Batu sebagai pusat perbenihan jeruk, sehingga menjadi lokomotif komoditas yang kita akselerasikan dengan ekspor. “Tak hanya jeruk purut, jeruk manis kita juga luar biasa bisa bersaing dengan negara lain,” imbuh SYL.

“Bapak Menteri Pertanian memilih beberapa jenis jeruk unggul untuk dikembangkan sebanyak 1 juta benih di tahun 2022. Jeruk purut salah satu jenis jeruk yang dikembangkan karena menjadi andalan ekspor,” ucapnya. Selain jeruk, Fadjry menjelaskan Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Batu juga mengembangkan komoditas lengkeng, apel, stroberi dan beberapa komoditas tropika lainnya.

Oleh karena itu, ke depan Badan Litbang Pertanian Kementan akan mengkolaborasikan semua kekuatan, yakni bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan pengembangan kawasan hortikultura berbasis ekspor. “Kita tidak hanya mengembangkan on farm namun juga hilirisasinya. Sehingga dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, dapat menghasilkan komoditas ekspor yang lompatanya bisa sampai 3 kali,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Balitbangtan telah memiliki 271 jenis jeruk yang dikoleksi dari seluruh wilayah Indonesia, dan introduksi dari luar negeri dan tercatat sebagai pemecah rekor MURI pada tahun 2012. Hasil koleksi tersebut, telah banyak dilepas sebagai varietas unggul baru (VUB) oleh Kementerian Pertanian dengan kualitas buah yang tidak kalah dengan jeruk impor.