Penyuluh Kecamatan Sendang, Tulungagung Pelajari Teknologi Budidaya Stroberi

Beberapa koleksi plasma nutfah Stroberi Balitjestro

Stroberi mulai ditanam di banyak lokasi di dataran tinggi. Satu lagi daerah yang beberapa tahun ke depan bisa berkembang menjadi sentra stroberi yaitu di Kecamatan Sendang, Lereng Gunung Wilis. Adalah Sutikno sebagai koordinator rombongan penyuluh Kecamatan Sendang bersama rombongan penyuluh lainnya yaitu Bagyo Suwasono, SPt, Triono, Bibit, Ir. Wasito, Suroto, Imam Sobirin. Kedatangan ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada Senin, 17 Novemner 2014 adalah untuk mengetahui mengenai Teknologi Budidaya Stroberi dan mencari benih stroberi hasil kultur jaringan.

Petani di Kecamatan Sendang ada yang menanam stroberi dalam skala kecil dan petani lainnya tertarik pula mengembangkan stroberi. Namun, mereka terhambat dalam penyediaan benih maupun cara teknologi budidaya stroberi sesuai anjuran. Sebagai penyuluh tentunya kemauan untuk tahu dan mengajarkan seperti Sutikno dkk perlu mendapat banyak apresiasi. Mereka rela datang jauh-jauh untuk mencari informasi langsung dari sumbernya. Balitjestro sudah mempunyai koleksi plasma nutfah dan terpelihara selama 5 tahun ini. Dan penelitian stroberi secara intensif sudah mulai dilakukan 2 tahun ini.

Dalam paparannya, Zainuri Hanif banyak mengupas berbagai Teknologi Budidaya Stroberi di berbagai sentra seluruh Indonesia. Sejauh mana perkembangan di daerah sentra tersebut beserta plus-minusnya. Dengan tahu pengalaman dari daerah lain, Tulungagung yang baru saja memulai menanam stroberi dapat menyiapkannya lebih baik dan benar sejak awal. Jika kesalahan design itu terjadi, utamanya dalam penyediaan benih, maka dalam jangka panjang bisnis stroberi di daerah tersebut akan mengalami permasalahan yang sama dengan daerah lain yaitu dalam hal penyediaan benih. Ahmad Syahrian Siregar lebih banyak mengupas teknologi kultur jaringan stroberi dan penyediaan benih. Sedangkan Oka Ardiana Banaty menceritakan pengalaman pilot project stroberi di Bali dengan varietas Rosa Linda.

PenyuluhSendangTulungagung

Ketiadaan payung hukum atau aturan yang jelas mengenai peredaran benih stroberi tentunya menjadi masalah kita bersama. Dan Balitjestro mentargetkan tahun depan dapat mendaftarkan beberapa varietas stroberi sehingga dapat beredar luas di masyarakat. Tuntutan benih yang berkualitas dari kultur jaringan dalam jumlah banyak sudah dikuasai dan terbukti sukses sebagaimana dilakukan di Bali. Tinggal bagaimana sekarang ini menyelesaikan persoalan regulasi tersebut. [zh/balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event