Penyakit Kanker Jeruk (Xanthomonas axonopodis pv. citri)

Penyakit kanker yang disebabkan oleh patogen Xanthomonas axonopodis pv. citri, merupakan penyakit utama yang disebabkan oleh bakteri pada jeruk di dunia (Davies et al 2003). Beberapa jenis jeruk yang rentan di Indonesia adalah jeruk purut (Citrus histryx), jeruk nipis (C. aurantifolia) dan pamelo (C. maxima Merr.) terutama yang tumbuh pada suhu 20-35°C atau pada agroklimat yang agak panas (Triwiratno 2003).

Gejala awal berupa bercak putih pada sisi bawah daun yang selanjutnya warna hijau gelap, kadang-kadang berwarna kuning di sepanjang tepinya. Bagian tengah terbentuk gabus warna coklat.  Luka terjadi pada bagian atas dan bawah daun.  Pada buah ditandai dengan gejala serupa dengan di daun tetapi bagian tepi tidak berwarna kuning.

[cml_media_alt id='1464']Penyakit kanker jeruk[/cml_media_alt]
Gambar. Gejala timbulnya kanker yaitu bercak kasar, menonjol, terdapat pada daun jeruk purut (Citrus histryx) akibat serangan patogen bakteri X. axonopodis pv. citri.
Infeksi patogen terjadi melalui stomata, lentisel dan luka, terutama pada jaringan-jaringan muda sedang tumbuh. Pada keadaan lembab karena adanya embun yang sangat tebal, bakteri keluar dari luka seperti gabus atau melalui percikan air hujan. Bakteri juga dapat tersebar melalui serangga dan manusia. Xanthomonas axonopodis pv. citri dapat bertahan sangat lama dalam kanker-kanker pada jaringan berkayu. Untuk jangka waktu pendek dapat bertahan ada tanaman atau tanah. Serangan ulat peliang daun (Phylocnistis citrella) mempermudah terjadinya penetrasi pada daun.

Jeruk komersial jenis siam (Citrus suhuiensis Tan.) di kebun petani Jawa Timur yang menggunakan pagar dari jenis jeruk purut akan terjadi serangan oleh bakteri ini, karena sangat berdekatan dengan sumber patogen (Triwiratno et al. 2007).  Gejala yang ditimbulkan oleh patogen bakteri X. axonopodis pv. citri, menyebabkan penyakit burik kusam pada buah jeruk komersial (Triwiratno et al. 2007).

Kanker jeruk dapat dikendalikan dengan fungisida berbahan aktif Copper, dan Antibiotika seperti Streptomisin dan Kloromisetin. Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan cara tidak menanam jenis yang rentan disekitar jenis komersial. Penyemprotan hanya perlu dilakukan pada musim hujan sebelum terdapat serangan berat.                 

Pustaka (Kanker)

  • Davies, F.S. and L.G. Albrigo. 2003. Citrus, crop production in horticulture 2. CAB International. Weeds, Pests, and diseases. P 172-189-202
  • Triwiratno, A ; A. Muharam, 2007. Status dan Patogenisitas Penyakit Kanker Jeruk (Xanthomoas axonopodis pv. citri) di Jawa Timur, Jurnal Hortikultura. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Edisi Khusus No: 3 Th 2007. 276-286.
  • Triwiratno, A ; O. Endarto, dan Yunimar, 2006.. Pengenalan dan  pengendalian  penyakit burik kusam dan hama kutu sisik pada jeruk, Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika 2005, Batu, 29 Juli 2005, PUSLITBANGHORTI. 54-74.
  • Triwiratno, A. 2003b. Tanggapan Beberapa Spesies Jeruk (Citrus sp.) terhadap Patogenisitas Xanthomonas axonopodis  pv. citri, Tesis, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 90 hal.

 

Oleh: Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan