Penyakit Embun Tepung (Oidium tingitanium Carter)

[cml_media_alt id='1460']Gambar. Lapisan tepung putih (Oidium tingitanium Carter) pada bagian atas daun, yang dapat menyebabkan daun malformasi (mengering akan tetapi tidak gugur)[/cml_media_alt]
Gambar. Lapisan tepung putih (Oidium tingitanium Carter) pada bagian atas daun, yang dapat menyebabkan daun malformasi (mengering akan tetapi tidak gugur)
Penyakit ini umum terjadi pada waktu musim pertunasan, ditandai dengan adanya lapisan tepung putih pada bagian atas daun, yang dapat menyebabkan daun malformasi (mengering akan tetapi tidak gugur). Fase kritis serangan adalah periode pertunasan dan daun muda yang sedang tumbuh, buah muda yang terserang mudah gugur. Kumpulan tepung putih pada daun, tunas dan buah muda merupakan masa konidia jamur Oidium tingitanium yang menyerang bagian daun jeruk menyebabkan serangan patogen jamur ini lebih dikenal dengan nama penyakit embun tepung. Serangan pada daun menyebabkan daun abnormal dan mengalami malformasi yang biasanya bersifat permanen tidak dapat tumbuh lagi.

Penyakit akan terjadi apabila varietas yang ditanaman rentan, ditemukan sumber patogen di sekitar kebun dan terjadi pada pada musim kemarau yang lembab. Suhu tinggi beberapa jam yang kemudian terjadi hujan, akan memicu perkecambahan konidia jamur yang berada diatas permukaan daun. Penetrasi akan terjadi dalam beberapa jam setelah perkecambahan konidia. Dilaporkan bahwa semua jenis jeruk rentan terhadap penyakit ini.

Serangan patogen jamur Oidium tingitanium pada buah menyebabkan gejala burik kusam permanen pada kulit buah yang menyebabkan buah masuk dalam katagori mutu rendah (Triwiratno et al.  2006).

Pengendalian paling efektif dilakukan menjelang bertunas dan diulang saat daun muda mengunakan bahan aktif siprokonazol dibanding tembaga hidroksida dan kapur belerang (Fariya et al. 2005). Senyawa Azadirachtin filtrat daun nimba mampu merusak membran sel jamur Oidium tingitanium, sehingga metabolisme sel terganggu dan pertumbuhan sel terhambat. Perbedaan konsentrasi filtrat daun nimba mempengaruhi pertumbuhan embun tepung, dan filtrat daun nimba paling efektif adalah konsentrasi 60g/l, 80g/l dan 100g/l dengan prosentase serangan embun tepung 11 %, 14,59% dan 12,67% (Munah, 2014). Serangan yang parah pada tunas muda disarankan untuk dipangkas, kemudian dimasukkan kantong plastik untuk mengurangi penyebaran konidia di kebun.

Pustaka (Embun tepung)

  1. Fariya, E., I.. R.  Sastrahidayat, S. Djauhari, A. Triwiratno, 2005. Pengendalian penyakit embun tepung (Oidium tingitanium Carter) pada tanaman jeruk manis menggunakan fungisida. Skripsi. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya Malang.
  2. Munah, Mei. 2006. Uji efektifitas dosis filtrat daun nimba (Azadirachtan indica) dalam menghambat perkembangan embun tepung (Oidium tingitanium) pada tanaman jeruk siam (Citrus reticulata). Pustaka karya ilmiah Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi RepublikIndonesia. Diakses tanggal 25 Mei 2014.
  3. Triwiratno, A; O. Endarto, dan Yunimar, 2006.. Pengenalan dan pengendalian  penyakit burik kusam dan hama kutu sisik pada jeruk, Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika 2005, Batu, 29 Juli 2005, Puslitbanghorti : 54-74

 

Oleh: Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

One thought on “Penyakit Embun Tepung (Oidium tingitanium Carter)

  1. Ping-balik: Si Doel

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event