Peningkatan Keragaman Genetik pada Jeruk Batang Bawah untuk Ketahananan Terhadap Lahan Masam

(Genetic Diversity Improvement of Citrus Rootstock for Resistance on Acid Soil)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007 Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 219-227

M. Kosmiatin, A. Husni, R. Yunita1 dan C. Martasari2
1Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi Dan Sumber Daya Genetik Pertanian
2Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak
Pengalihan fungsi lahan subur pertanian ke sektor lain membuat pengembangan pertanaman jeruk harus diarahkan ke pemanfaatan lahan-lahan marjinal yang banyak tersebar di Sumatra, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Jawa dan Maluku (± 50,94 juta ha). Keadaan ini menuntut para pemulia jeruk untuk menghasilkan varietas atau kultivar baru batang bawah (rootstock) yang toleran dan stabil di lahan masam. Salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk mendapatkannya secara efektif dan efisien adalah dengan memanfaatkan teknologi kultur in vitro yang dikombinasikan dengan mutasi. Dengan teknologi ini perubahan sifatnya dapat dilakukan pada tingkat sel sehingga perubahannya dapat terekspresi di seluruh bagian tanaman. Teknik yang dapat diterapkan untuk mendapatkan perubahan sifat secara efektif dan efisien adalah dengan mensimulasi kondisi lahan masam pada media dengan Al dan pH rendah secara in vitro. Sel-sel mutan yang tahan dalam paparan Al dan pH rendah diregenerasikan dengan teknik embriogenesis somatik sampai diperoleh plantlet atau benih somatik. Teknik regenerasi ini dipilih untuk memastikan sifat ketahanannya bersifat genetik dan dapat diturunkan ke progeninya. Penelitian dilakukan di laboratorium kultur in vitro dan rumah kaca kelompok peneliti Biologi Sel dan Jaringan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian dari bulan Mei – September 2007. Induksi kalus embriogenik pada batang bawah JC dilakukan dengan mengkulturkan eksplan nuselus dan embrio muda pada berbagai formulasi media dengan media dasar MT dan MS yang dikombinasikan dengan NAA. Peningkatan keragaman genetik dilakukan dengan radiasi sinar gama cobalt cel 60 dengan dosis mutasi 0-3000 rad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi kalus yang embriogenik berhasil baik pada media MS+vitamin Morel+NAA7,5 mg/l+K0,5 mg/l+sukrosa 3%. Dosis radiasi yang masih memungkinkan untuk diregenerasi adalah 1000 rad sedangkan LD50 diperoleh dari dosis 3000 rad.
Kata kunci : Jeruk batang bawah, keragaman genetik, in vitro, radiasi sinar gamma.

Abstract
The change of function of fertile land for agriculture into other sectors has made citrus planting development directed to marginal lands usage, which were spread out in Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Java and Maluku (± 50,94 billions ha). This condition has demanded the citrus breeder to produce new varieties or new cultivar of rootstock which are tolerant and stable in acid land. One technique that can be applied to obtain it effectively and efficiently was culture technology of in vitro which was combined with mutation. By using this technology, the characteristic change can be conducted in cell level so that the changing can be expressed in all parts of the plant. Technique which can be applied to obtain characteristic change effectively and efficiently was by simulating the acid land condition into media with Al and low pH by in vitro. The cells of mutants which were resistant in this Al and low pH then regenerated by somatic embryogenesis technique until planlets or somatic seeds were obtained. This regeneration technique was selected to ensure the vigor has genetical characteristic and can be descended to the progenies. Research was carried out in the laboratory of in vitro culture and greenhouse of researcher group of Biology Cell and Tissue of BB. Biogen from May to September 2007. Induction of embryonic callus on JC rootstock was conducted by culturing nucellus explant and young embryo on all kinds of media formulations while basic media MT and MS combined with NAA. The increase of genetic variation was conducted by gamma radiation of cobalt cell 60 with mutation dosage 0-3000 rad. Research result showed that induction of embryogenic callus was well succeed on media MS + vitamin Morel + NAA 7,5 mg/l + K 0,5 mg/l + sucrose 3%. Radiation dosage that enabled to be regenerated was 1000 rad while LD50 was obtained from dosage 3000 rad.
Keywords : JC citrus rootstock, genetic varieties, in vitro, gamma radiation.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event