Pengkajian Pengendalian Penyakit Diplodia Pada Jeruk Siam

(The Assessment of Diplodia Disease Control on Citrus)

Muh. Asaad dan Warda
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan

ABSTRAK
Di Sulawesi Selatan, salah satu jenis jeruk yang terkenal yaitu jeruk Siam Malangke. Akhir-akhir ini, produksi jeruk di Sulawesi Selatan mengalami penurunan antara lain disebabkan oleh serangan penyakit busuk batang/Diplodia. Untuk mendapatkan teknologi pengendaian penyakit Diplodia spesifik lokasi dilakukan kajian di Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara dari bulan April sampai Desember 2003. Kajian menggunakan dua perlakuan yaitu (1) penerapan teknologi pengendalian penyakit Diplodia pada petani kooperator dan (2) pengendalian cara petani oleh petani non-kooperator. Perlakuan diulang pada empat petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit Diplodia dapat dikendalikan dengan kombinasi sayatan kulit batang yang terserang dengan pengolesan fungisida selektif (carbendazim + mancozeb atau benomyl) konsentrasi 0,3%. Luas luka pada batang tidak bertambah secara nyata setelah dilakukan pengendalian secara terpadu. Sementara, produktivitas jeruk Siam pada petani kooperator yang menerapkan teknologi pengendalian dan non-kooperator yang tidak menerapkan pengendalian masing-masing 67,97 kg/phn dan 62,06 kg/phn. Analisis pendapatan menunjukkan bahwa terdapat keuntungan sebesar Rp. 1.699.000/ha/tahun pada petani kooperator yang menerapkan pengendalian penyakit Diplodia.
Kata kunci: Jeruk Siam, pengendalian, penyakit Diplodia.

ABSTRACT
In South Sulawesi, one of the famous citrus vaneties is tangerine cv. Siam Malangke. Recently, the productivity of citrus in this area is declining that caused by attacking of Diplodia rot. To’ obtain the site-specific control technology of this disease, it was done the assessment at Malangke sub-district, Luwu Utara regency from April to December 2003. The Assessment used two treatments i.e. (1) apply of control technology of Diplodia rot on cooperator farmers, and (2) control with farmer way by non-cooperator farmers. The treatments were replicated four times. The result indicated that Diplodia rot could be controlled through combination of stem slices on injury parts with smearing selective fungicides (carbendazim + mancozeb or benomyl) at concentration of 0.3%. The injury wide on citrus stem did not increase significantly after integrated control. While, the productivity of tangerine cv. Siam on cooperator farmers who applied an integrated control technology and non-cooperator farmers who applied a non-integrated control was 67.97 kg/tree and 62.06 kg/tree, respectively. Income analysis showed that profit obtaining by cooperator farmer who applied Diplodia disease control was Rp. 1.699.000/ha/year.
Keywords : Tangerine cv. Siam, control, Diplodia disease.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event