Pengendalian Citrus Cachexia Viroid (CCaV)

Gejala

[cml_media_alt id='1419']Gambar. Becak mengandung gum warna coklat (a) pada petautan sambungan 1 tahun setelah infeksi (b).[/cml_media_alt]
Gambar. Becak mengandung gum warna coklat (a) pada petautan sambungan 1 tahun setelah infeksi (b).
Sebagian besar spesies dan varietas jeruk dapat terinfeksi oleh viroid ini, tetapi umumnya tidak menunjukkan gejala. Tanaman yang terserang berat menjadi kerdil, daunnya klorotik dan kadang layu serta mengering, akhirnya mati. Kadang-kadang terdapat juga bergejala stem pitting dan terbentuknya kantong gom yang berhubungan dengan celah-celah. Varietas jeruk yang peka adalah Tangelo orlando dan Mandarin Parson Special.

Bioekologi

Penyakit ini tidak ditularkan melalui vektor maupun biji akan tetapi penularan dapat terjadi melalui penggunaan mata-tempel terinfeksi penyakit ini. Penularan penyakit dapat juga terjadi secara mekanis. Xyloporosis dan Cachexia berasal dari Israel dan Florida dengan penyebab penyakit yang sama yaitu viroid.

Salah satu gejalanya adalah stem pitting yaitu celah pada bagian lapisan bawah kulit.  Stem pitting merupakan gejala beberapa virus jeruk. Untuk membedakan dengan cara mengamati gelapnya warna kulit dan perbentukan kantong-kantong gom yang berhubungan dengan celah-celah.

Pengendalian

Pengendalian penyakit dengan cara preventif dengan bibit bebas penyakit dan pengujian indeksing dengan tanaman indikator merupakan cara deteksi CCaV di BF. Tanaman indikator yang digunakan adalah Mandarin Parson Special. Gejalanya terekspresi sebagai bercak-bercak mengandung gum warna coklat pada batang minimal 1 tahun sejak penularan. Permukaan kulit muncul tonjolan-tonjolan membulat menyebabkan terjadinya lekukan ke dalam pada bagian kayu pada suhu optimal 35°C. Teknik baru yang dapat digunakan adalah dengan gel elektrophoresis yang dapat memperoleh hasil uji lebih singkat ± 2 bulan.

Pencegahan lainnya adalah sterilisasi alat-alat perbanyakan karena penularan penyakit ini dapat terjadi secara mekanis. Sterilasasi alat dilakukan dengan cara mencelup/mengusap ke dalam alkohol 70% atau Clorox.

 

Oleh: Mutia Erti Dwiastuti dan Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan