Pengenalan dan Pengendalian Ulat Peliang Daun

Gejala

Hama ini menyerang pada daun-daun muda.   Serangga dewasa meletakkan telur kemudian setelah telur menetas, ulat masuk ke dalam jaringan tanaman, yaitu dengan membuat liang di bawah jaringan epidermis tanaman, terutama pada daun yang masih muda.  Pada tanaman yang terserang, daun tampak berkerut, menggulung, keriting serta terlihat bekas gerekan.  Gejala khasnya berupa bekas serangga tersebut makan berupa garis atau jalur-jalur yang berkelok-kelok sesuai dengan tempat yang dilalui saat makan.  Kerusakan oleh hama ini dapat mencapai 67.7%.  Selain itu hama ini dapat menularkan penyakit kanker Xantomonas axonopodis pv. citri.   

Bioekologi

Telur-telur diletakkan secara terpencar di atas permukaan bagian bawah daun, tangkai atau bagian tanaman lain yang masih muda.  Telur menetas setelah 4 hari dan larvanya masuk ke dalam epidermis, kemudian memakan jaringan tanaman yang masih muda.  Siklus hidup dari telur sampai ngengat berlangsung 16-18 hari.  Ngengat aktif pada malam hari, sedangkan pada siang hari, biasanya hinggap di sekitar tanaman, atau di atas permukaan tanah.

Stadium larva berlangsung 6-7 hari terlihat berwarna kuning di bawah lapisan epidermis.  Apabila fase larva telah cukup, ulat menuju ke tepi daun, kemudian mempersiapkan untuk memasuki fase pupa atau kepompong. Caranya yaitu dengan menggulung atau melipat tepi daun, sehingga pupanya terlindung dari gangguan luar.

Gambar: Serangan Ulat Peliang Daun pada Daun Muda

Pengendalian

Monitoring diutamakan pada permukaan daun muda bagian bawah.  Apabila serangan tidak parah dan populasinya tidak begitu banyak, pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanis, yaitu dengan membuang bagian tanaman yang terserang.  Secara alami hama ini dikendalikan oleh parasit larva Ageniaspis yang efisien pada kondisi lembab dan teduh.

Pengendalian secara kimiawi masih merupakan satu komponen penting dalam pengendalian ulat peliang daun.  Hal ini berhubungan dengan aktivitas hidup ulat yang terlindung di bawah jaringan epidermis tanaman, sehingga hanya dapat dicapai dengan insektisida yang selektif seperti Betasiflutrin, Metidation, Abamektin, Dimetoathe, Diazinon, Sipermetrin, yang diaplikasikan dengan cara penyemprotan dan Imidakloprid diaplikasikan secara penyaputan batang.

 

Oleh: Otto Endarto, Susi Wuryantini dan Yunimar
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

 

Related Post

Tinggalkan Balasan