Pengenalan Dan Pengendalian Penyakit Burik Kusam Dan Hama Kutu Sisik Pada Jeruk

(Introduction and Controlling Disease of Fruit Freckle and Scale Insect Pest on Citrus)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika Indonesia, Batu, 28-29 Juli 2005, hal. 54-74

Anang Triwiratno, Otto Endarto, Yunimar
Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak:
Penampilan kulit buah jeruk yang kurang menarik dapat menurunkan kualitas buah saat dipasarkan, penyebabnya adalah penyakit burik kusam pada kulit buah. Gejala burik kusam didefinisikan sebagai buah yang kulitnya berubah warna sebagian atau semua menjadi coklat, timbul bintil atau tidak, menjadi lebih kasar dari buah normal dan menghambat pertumbuhan buah, biasanya gejala burik menjadi permanen sampai buah tua. Penyakit burik kusam disebabkan oleh patogen penyakit dan hama yaitu Kudis (Spaceloma fawcetti jenkins), Embun Jelaga (Capnodium citri), Embun tepung (Oidium tingitanium Carter) Kanker Jeruk (Xanthomonas axonopodis pv. citri), Tungau Karat (Phylocoptruta oleivera Ashmed), Tungau Merah (Panonychus citri McGregor), dan Thrips (Scirtotrips citri). dapat dikendalikan dengan memahami masing-masing ekobiologinya. Kutu sisik (Scale insect) yang banyak menyerang tanaman jeruk baru disadari tingkat kerugiannya yang cukup besar sehingga masuk sebagai hama utama tanaman jeruk. Spesies yang banyak ditemukan di Indonesia adalah Lepidosaphes becki, Aonidiella aurantii (Maskell), lcerya purch asi Maskell, yang dapat dikendalikan dengan predator: Coccinellid Orcus chalybeus dan Rhizobius loph anthae, parasitoid Aphytis lepidosaphes, Aphytis milenus dan Coccobius fulvus serta entomopatogen Aschersonia sp.dan Fusarium coccophilum. Simbiosis jamur merah (Aschersonia sp) sebagai entomopatogen terhadap kutu sisik (Scale insect) meluruskan kesalahan pendapat bahwa jamur merah seolah-olah adalah penyakit yang terjadi di Kabupaten Karo Sumatera Utara, tetapi sebenarnya jamur merah adalah sahabat petani dalam mengendalikan kutu sisik.
Kata kunci : Jeruk, penyakit burik kusam, hama kutu sisik, jamur merah (Aschersonia sp)

Abstract:
Appearance of citrus skin which lose looks can degrade the quality of marketed fruit, its caused by disease of fruit freckle on fruit skin. symptom of fruit freckle defined as fruit which its skin turn colour to chocolate on some of or all parts, arise scab or not, becoming harsher than healthy fruit and hamper growth of fruit, usually symptom of freckle becomes permanent until old fruit. Disease of fruit freckle caused of disease pathogen and pest, they are Citrus scab (Spaceloma fawcetti jenkins), Sooty mold (Capnodium citri), Powdery mildew (Oidium tingitanium Carter) Citrus cancer (Xanthomonas axonopodis pv. citri], citrus rust mite (Phylocoptruta oleivera Ashmed), citrus red mite (Panonychus citri McGregor), and Thrips (Scirtotrips citri). Scale Insect which attacking many citrus plants is just realized of its big enough loss level so that included as major pest of citrus plant. Species which found many in Indonesia are Lepidosaphes becki, Aonidiella aurantii (Maskell), Icerya purchasi Maskell, which can be controlled with predator Coccinellid Orcus chalybeus and Rhizobius lophanth ae, parasitoid Aphytis lepidosaphes, Aphytis milenus and Coccobius fulvus and also enthomopathogen Aschersonia sp, and Fusarium coccophilurn. Red fungi symbiosis (Aschersonia sp) as enthomopathogen to Scale Insect straightening mistake of opinion as if red fungi is the disease that happened in Karo North Sumatera, but in fact red fungi is farmer friend in controling scale insect.
Keywords : Citrus, disease of fruit freckle, scale insect pest, red fungi (Aschersonia sp)

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event